SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Asesmen Berbasis Literasi Sains dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Keanekaragaman Tumbuhan untuk Mengukur Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Srengat

Lelly Luckitasari

Abstrak


 

Kurikulum 2013 memberikan kesempatan pada siswa untuk memiliki keterampilan berpikir dan keterampilan psikomotorik. Kemampuan menggunakan pengetahuan dan keterampilan ilmiah ini dikenal juga dengan istilah literasi sains. Pengembangan dan penilaian kemampuan literasi sains dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen yang tepat dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing adalah model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif untuk melakukan penalaran ilmiah, pengambilan keputusan, dan refleks.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa asesmen berbasis literasi sains materi kenaekaragaman tumbuhan yang dikembangkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan didalam Permendikbud RI yang mengatur tentang kurikulum 2013. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefektifan asesmen ber-basis literasi sains. Model pengembangan asesmen berbasis literasi sains pada penelitian ini mengadaptasi model ADDIE dari Branch (2009) yang terdiri atas lima tahap dan pada penelitian dilakukan sampai tahap kelima yaitu Evaluate.

Asesmen berbasis literasi sains divalidasi oleh tiga validator dengan hasil validasi dari ahli asesmen dan pembelajaran sebesar 95,63% dan 75,00% untuk validitas konstruk, ahli materi sebesar 88,58%, dan praktisi lapangan sebesar 95,80% dengan kriteria sangat valid dan valid untuk validitas konstruk. Hasil analisis butir soal menggunakan program ANATES menunjukkan bahwa soal uraian berbasis literasi sains memiliki tingkat kesukaran 42% untuk soal mudah dan 58% soal sedang. Daya pembeda menunjukkan bahwa 50% rendah dan 50% sedang, serta reliabilitas soal 0,50 dengan kriteria cukup. Produk yang dikem-bangkan menunjukkan tingkat kepraktisan persentase sebesar 92,14% dengan kriteria sangat praktis dan dapat digunakan. Hasil uji coba keefektifan dilakukan kepada subjek coba berjumlah 69 siswa, hasilnya menunjukkan bahwa ranah afektif, ranah kognitif, dan ranah psikomotor memperoleh rata-rata sebesar 85,72 dengan kategori sangat efektif. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah instrumen asesmen berbasis literasi sains dengan produk berupa RPP, LKS, soal uraian serta asesmen kinerja berbasis literasi sains sangat valid, sangat praktis, dan sangat efektif untuk mengukur hasil belajar siswa. Saran yang dilakukan yaitu perlu dilakukan pembacaaan sebagai kontrak penilaian antara guru dan siswa, mempublikasikan asesmen berbasis literasi sains yang telah dikembangkan melalui forum diskusi ilmiah, seminar nasional dan internasional, pameran pendidikan, dan penerbitan jurnal, serta dapat melakukan penelitian lebih lanjut pada materi lain yang menggunakan media realia sebagai sumber belajar.

 

Curriculum 2013 provides opportunities for students to have thinking skills and psychomotor skills. The ability to use scientific knowledge and skills is also known as scientific literacy. The development and assessment of scientific literacy skills can be done using appropriate assessment using a guided inquiry learning model. Guided inquiry is a learning model that can make students active to do scientific reasoning, making decision, and reflexes.

This study aims to produce assessment of scientific literacy plants diversity material in accordance the Republic of Indonesia Ministry of Education and Culture governing the curriculum 2013. The assessment of scientific literacy in this study adapts the ADDIE model from Branch (2009) which consists of five stages and in the research carried out until the fifth stage, Evaluate.

Assessments Scientific literacy are validated by three validators with validation results from assessment and learning experts of 95.63% and 75.00% for construct validity, material experts at 88.58%, and field practitioners at 95.80% with very valid criteria and valid for construct validity. The results of item analys-is using the ANATES program showed that science literacy-based problem ques-tions had a 42% difficulty for easy questions and 58% for moderate questions. Distinguishing power indicates that 50% is low and 50% is moderate, and reliability of the problem is 0.50 with sufficient criteria. Developed products show a practicality rate of 92.14% with very practical criteria and can be used. The results of the effectiveness test were carried out on 69 subjects, the results showed that the affective, cognitive, and psychomotor domains obtained an average of 85.72 in the very effective category. The results of this research and development are assessment instruments based on scientific literacy with products in the form of RPP, LKS, description questions and performance assessment based on scientific literacy is very valid, very practical, and very effective for measuring student learning outcomes. Suggestions are to publish scientific literacy based assess-ments that have been developed through scientific discussion forums, national and international seminars, educational exhibitions, and journal publications and can do further research on other materials that use media realia as learning resources.