SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Soal Pilihan Ganda untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XII Kompetensi Dasar 3.4, 3.5, 3.6 dalam Kurikulum 2013 di SMA Muhammadiyah I Malang

Febiyanti Tri PutriAyuni

Abstrak


RINGKASAN

Febiyanti, Tri Putri Ayuni. 2019. Pengembangan Soal Pilihan Ganda untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XII Kompetensi Dasar 3.4, 3.5, 3.6 dalam Kurikulum 2013 di SMA Muhammadiyah I Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S.

Kata Kunci: Instrumen Penilaian, Kemampuan berpikir kritis, Biologi SMA kelas XII, Kompetensi Dasar 3.4, 3.5, dan 3.6.

Kurikulum 2013 adalah Kurikulum yang dirancang untuk memfasilitasi pencapaian kecakapan hidup di abad 21. Kompetensi siswa dalam pembelajaran diukur menggunakan instrumen penilaian. Instrumen penilaian yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah 30 soal pilihan ganda jawaban tunggal dengan lima pilihan jawaban. Soal pilihan ganda jawaban tunggal mengacu pada indikator pencapaian kompetensi dan indikator kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk

(1) mengembangkan produk berupa soal pilihan ganda jawaban tunggal dari KD 3.4, 3.5, dan 3.6 untuk mengukur kemampuan berpikir kritis yang ditujukan untuk siswa kelas XII SMA Muhammadiyah I Malang,

(2) menguji kelayakan, kepraktisan dan validitas empiris soal pilihan ganda jawaban tunggal dalam mengukur kemampuan berpikir kritis dari KD 3.4, 3.5, dan 3.6 yang ditujukan untuk siswa kelas XII SMA Muhammadiyah I Malang.

Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu:

(1) analisis,

(2) perancangan,

(3) pengembangan,

(4) implementasi,

(5) evaluasi. Pengumpulan data diperoleh dari

(1) hasil validitas logis oleh ahli evaluasi, ahli materi, dan praktisi lapangan,

(2) hasil angket respon siswa dan guru, dan

(3) hasil validitas empiris yang meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan analisis pengecoh dengan menggunakan program Anates versi 4. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 6 siswa dan pada uji coba kelompok besar dilakukan pada 33 siswa.

Berdasarkan analisis validitas logis yang terdiri dari validitas isi dan konstruk pada instrumen penilaian ini telah valid (soal sesuai dengan isi materi pembelajaran serta kata kerja dalam soal sesuai dengan kata kerja pada indikator baik pada indikator kemampuan berpikir kritis maupun indikator soal). Berdasarkan hasil angket respon siswa pada uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata sebesar 92,42% (siswa yang setuju dengan pernyataan positif penulis dalam lembar angket) dan 7,58% (siswa yang tidak setuju dengan pernyataan positif penulis dalam lembar angket). Berdasarkan analisis validitas empiris dengan menggunakan program Anates versi 4 diperoleh hasil uji coba kelompok kecil pada soal pilihan ganda jawaban tunggal untuk tingkat kesukaran diperoleh kategori soal mudah 10%, soal sedang 63,33%, dan soal sukar 26,66% dengan rasio soal mudah: sedang: sukar yaitu 1: 6: 3. Daya beda pada uji coba kelompok kecil diperoleh daya beda kriteria tidak baik sebesar 10%, kriteria jelek 40%, kriteria baik sebesar 36,66%, dan kriteria baik sekali sebesar 13,33%. Analisis pengecoh diperoleh pengecoh yang berfungsi sebesar 33,33% dan tidak berfungsi sebesar 66,66%. Berdasarkan uji coba kelompok kecil dilakukan revisi soal dan dilanjutkan dengan uji coba kelompok besar. Berdasarkan hasil angket respon siswa uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata sebesar 94,49% (siswa yang setuju dengan pernyataan positif penulis dalam lembar angket) dan 5,51% (siswa yang tidak setuju dengan pernyataan positif penulis dalam lembar angket) serta angket respon guru diperoleh rata-rata 100% (guru setuju dengan pernyataan positif penulis dalam lembar angket). Berdasarkan analisis validitas empiris dengan menggunakan program Anates versi 4 diperoleh hasil uji coba kelompok besar diperoleh kategori soal mudah 10%, soal sedang 46,66%, dan soal sukar 43,33% sehingga menunjukkan rasio perbandingan mudah: sedang: sukar yaitu 1: 5: 4. Pada uji coba kelompok besar diperoleh hasil persentase daya beda yaitu soal dengan kriteria tidak baik sebesar 13,33%, kriteria jelek 40%, kriteria cukup sebesar 10%, kriteria baik sebesar 33,33%, dan kriteria baik sekali sebesar 3,33%. Reliabilitas diperoleh nilai 0,41 artinya instrumen penilaian memiliki tingkat reliabilitas kategori sedang. Analisis pengecoh yang berfungsi sebesar 46,66% dan tidak berfungsi sebesar 53,33%. Berdasarkan hasil uji coba kelompok besar dilakukan revisi akhir (final). Saran yang dianjurkan adalah sebaiknya guru dan peneliti lain terus melakukan validasi agar diperoleh instrumen penilaian yang baik.

SUMMARY

Febiyanti, Tri Putri Ayuni. 2019.  The Development of Multiple Choice Questions to Measure Critical Thinking Ability Students of Class XII of Basic Competence 3.4, 3.5, 3.6 at 2013 Curriculum in Senior High School Muhammadiyah I Malang. Skripsi, Biology Education Study Program, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S.

Keywords: Instrument of Assessment, Critical thinking ability, High School Biology of class XII, Basic Competence 3.4, 3.5, and 3.6.

The 2013 curriculum is a curriculum designed to facilitate the achievement of life skills in the 21st century. Student competency in learning is measured using assessment instruments. The assessment instruments developed in this study were 30 single choice multiple choice questions with five answer choices. Single choice multiple choice questions refer to indicators of achievement of competencies and indicators of critical thinking skills. This study aims to

(1) develop products in the form of single choice multiple choice questions from KD 3.4, 3.5, and 3.6 to measure critical thinking skills aimed at class XII students of Muhammadiyah I Malang High School,

(2) test feasibility, practicality and empirical validity of single choice multiple choice questions in measuring critical thinking skills from KD 3.4, 3.5, and 3.6 which are Intended for students of class XII Senior High School Muhammadiyah I Malang.

This development research used the ADDIE’s development model which consists of 5 stages:

(1) analysis,

(2) design,

(3) development,

(4) implementation,

(5) evaluation. Data collection was obtained from (

(1) the results of logical validity by evaluation experts, material experts, and field practitioners,

(2) the results of student and teacher response questionnaires, and

(3) the results of empirical validity which included the level of difficulty, power difference, reliability, and deception analysis using the Anates version 4. Small group trials were carried out on 6 students and in large group trials carried out on 33 students.

Based on the logical validity analysis which consists of content validity and constructs on this assessment instrument has been valid (the question corresponds to the content of the learning material as well as the verb in the question according to the verb on the indicator both on indicators of critical thinking skills and indicator indicators). Based on the results of student questionnaire responses to small group trials, it was obtained an average of 92,42% (students who agreed with the author's positive statement on the questionnaire sheet) and 7,58% (students who did not agree with the author's positive statement on the questionnaire sheet). Based on empirical validity analysis using the Anates version 4 program, the results of small group trials on multiple choice questions on single answers for the level of difficulty were obtained by the easy 10% problem category, 63,33% moderate problem, and 26,66% difficult question with easy matter ratio: moderate: difficult, namely 1: 6: 3. Different power in small group trials obtained different power criteria not good at 10%, bad criteria 40%, good criteria of 36,66%, and excellent criteria of 13,33%. The deception analysis was obtained by the fraudulent function of 33,33% and not functioning at 66,66%. Based on a small group trial a revision of the problem was carried out and continued with a large group trial. Based on the results of the questionnaire responses of the students in the large group trials, it was obtained an average of 94,49% (students who agreed with the author's positive statement on the questionnaire) and 5,51% (students who did not agree with the author's positive statement on the questionnaire) and questionnaire the teacher's response is 100% on average (the teacher agrees with the author's positive statement on the questionnaire). Based on the empirical validity analysis using the Anates version 4 program, the results of the large group trials obtained easy categories of 10% questions, moderate questions 46,66%, and difficult questions 43,33% so that it showed an easy ratio: medium: difficult are 1: 5 : 4. In large group trials the results of the percentage of different power are obtained, namely questions with bad criteria of 13,33%, bad criteria of 40%, sufficient criteria of 10%, good criteria of 33,33%, and excellent criteria of 3,33%. Reliability obtained value of 0,41 means that the assessment instrument has a moderate level of reliability. The fraudulent analysis that functions is 46,66% and does not function at 53,33%. Based on the results of a large group trial a final revision was conducted. The recommended suggestion is that teachers and other researchers should continue to validate in order to obtain good assessment instruments.