SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar Kognitif pada Dua Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA di Malang

Permatasari Shela Emilia

Abstrak


RINGKASAN

Permatasari, Shela Emilia. 2019. Hubungan antara Keterampilan Proses Sains dengan Hasil Belajar Kognitif pada Dua Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA di Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (2) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd.

Kata Kunci: Keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif, RICOSRE, PBL

Keterampilan proses sains termasuk dalam bagian dari berpikir tinggi yang perlu diberdayakan terutama dalam pembelajaran sains. Keterampilan proses sains secara umum merupakan langkah pemikiran yang logis dan rasional yang dimiliki manusia dalam upaya untuk memecahkan suatu permasalahan. Keterampilan proses sains yang baik dapat memfasiltasi siswa untuk terbiasa mengolah informasi dalam proses belajar, sehingga siswa tersebut dapat terlatih untuk memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, sistematis, dan logis. Keterampilan proses sains dianggap penting untuk menjadi salah satu capaian belajar dalam sains. Salah satu bentuk lain yang mencerminkan keberhasilan proses belajar adalah hasil belajar kognitif sebagai prestasi akademik siswa. Hasil belajar kognitif menjadi tolak ukur tentang seberapa dalam pemahaman kognisi siswa pada pengetahuan yang dipelajari. Baik keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitf merupakan dua komponen yang penting untuk diberdayakan terutama dalam pembelajaran. Penerapan model pembelajaran yang tepat dapat mengembangkan keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk:

1) mengetahui adanya hubungan diantara keterampilan proses sains dengan hasil belajar kognitif siswa pada dua model pembelajaran biologi siswa kelas X SMA di Malang,

2) mengetahui perbedaan persamaan regresi keterampilan proses sains dengan hasil belajar kognitif siswa pada dua model pembelajaran biologi siswa kelas X SMA di Malang.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional dengan populasi penelitian adalah keseluruhan siswa SMA kelas X MIPA di Malang. Adapun sampel yang digunakan yaitu:

1) 23 siswa di kelas X MIPA 3, 28 siswa di kelas X MIPA 8, dan 20 siswa di kelas X MIPA 2 dari SMAN 1 Malang;

2) 34 siswa di kelas X MIPA B, 36 siswa di kelas X MIPA F dan 30 siswa dari X MIPA A dari SMAN 1 Singosari. Data berupa hasil pretest dan posttest siswa dengan penilaian keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana.

Hasil yang diperoleh dari analsisi data menunjukkan:

1) terdapat hubungan keterampilan proses sains dengan hasil belajar kognitif siswa pada dua model pembelajaran Biologi yang diterapkan. Pada model pembelajaran RICOSRE menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar rxy = 0,944 (p<0,05), pada model PBL nilai rxy =0,871 (p<0,05), sedangkan pada pembelajaran secara konvensional nilai rxy =0,844 (p<0,05);

2) terdapat perbedaan persamaan regresi keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa pada model pembelajaran yang diterapkan. Persamaan regresi pada kelas RICOSRE adalah Y=1,124X - 4,207; pada kelas dengan model PBL memiliki persamaan Y=1,697X-19,435; sedangkan persamaan dari kelas konvensional memiliki persamaan regresi Y=0,75X+10,019;

3) keterampilan proses sains memberikan sumbangan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa yang besar pada model pembelajaran yang diterapkan. Pada kelas dengan model RICOSRE sebesar 89,1%, pada kelas PBL sebesar 75,9% dan kelas dengan pembelajaran konvensional sebesar 71,2 %.

Berdasarkan hasil penelitian ditunjukkan adanya hubungan positif yang kuat diantara keterampilan proses sains dengan hasil belajar kognitif siswa. Mengingat peran penting yang dimiliki oleh keterampilan proses sains bagi siswa maka perlu adanya upaya pemberdayaan terutama selama proses pebelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran tepat. Model pembelajaran RICOSRE dan PBL memiliki potensi tinggi meningkatkan keterampilan proses sains sehingga secara langsung hasil belajar kognitf siswa pula turut meningkat. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila pendidik berperan dalam menerapkan model pembelajaran yang potensial untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan sekaligus dapat meningkatkan hasil belajar kognitif untuk keseluruhan prestasi akademik siswa.

SUMMARY

Permatasari, Shela Emilia. 2019. The Relationship between Science Process Skills and cognitive learning achievement on Two Models of Learning Biology at X Grade of Senior High School Students in Malang. Thesis, Biology Department, Faculty of Matemathic and Science, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (2) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd.

Keyword:  Science process skills, cognitive learning achievement, RICOSRE,  PBL

Science process skills belong to high order thinking skills that needed to be encourage along in the scientific learning. Generally, science process skills mean a logical and rational thinking steps as effort to solve problem that human have. A good science process skills may facilitated students to get used to organize information in the learning process, so their problem solving skills, logical, critical and creative thinking could be enhanced.  Science process skills is important become once of scientific learning output. Another form that reflects the success of learning process is cognitive learning achievement. Cognitive learning achievement become cognitive understanding depth indicator. Both science process skills and cognitive learning achievement are important to be encourage during science lesson. The implementation of appropriate learning models may encourage student science process skills and cognitive learning achievement. This research aim to:

1) understand the relationship between student science process skills and cognitive learning achievement in PBL and RICOSRE learning model in X grade senior high school students at Malang,

2) understand the difference of regression equation between science process skills and cognitive learning achievement in PBL and RICOSRE learning model in X grade senior high school students at Malang.

This research is a correlational research with all of X grade senior high school students at Malang as the population. The sample consist of:

1) 23 students in X MIPA 3, 28 students in X MIPA 8, and 20 students in X MIPA 2 from SMAN 1 Malang;

2) 34 students in X MIPA B, 36 students in X MIPA F and 30 students in X MIPA A from SMAN 1 Singosari. The data is collected from student pretest and posttest value of students science process skills and cognitive learning achievement and simple linier regression analysis is used as analysis technique in this research.

The analysis results indicate that:

1) there is relationship between student science process skills and cognitive learning achievement in PBL and RICOSRE learning model in X grade senior high school students at Malang. In the implementation of RICOSRE learning model shows the value of correlation coefficient (rxy) is rxy =0,944 (p<0,05), and in the PBL’s implementation the value of correlation coefficient (R) is rxy =0,871 (p<0,05),  while the implementation of conventional learning the rxy’s value is rxy =0,844 (p<0,05);

2) there is difference of regression equation between science process skills and cognitive learning achievement in PBL and RICOSRE learning model in X grade senior high school students at Malang. The regression equation from RICOSRE implementation is Y=1,124X - 4,207, and the equation from PBL is Y=1,697X-19,435, while the equation from the implementation of conventional learning is Y=0,75X+10,019;

3)science process skills give high contribution to encourage cognitive learning achievement in PBL and RICOSRE learning model in X grade senior high school students at Malang. The contribution in RICOSRE learning model has 89,1%, in PBL has 75,9% and in the conventional learning has 71,2% contribution to encourage cognitive learning achievement.

Based on research result, there is strong and positive relationship between science process skills and cognitive learning achievement. Consider, the importance of student science process skills, thus an effort is needed to encourage student science process skills during learning process by implementing appropriate learning models. PBL and RICOSRE learning model have high potential to encourage student science process skills, so cognitive learning achievement will be directly enhance. It will be better if the teacher implement potential learning models to encourage science process skills and cognitive learning achievement at once for student entire student academic achievement.