SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Asesmen Autentik dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Sistem Koordinasi untuk Mengukur Kemampuan Literasi Sains dan Kolaborasi Siswa Kelas XI SMAN 1 Kepanjen

Izmi Latifa Navida

Abstrak


Saat ini pendidikan di Indonesia mengacu pada Kurikulum 2013 yang bertujuan untuk mendorong siswa agar dapat menguasai kecakapan hidup abad 21 yang diantaranya kemampuan literasi sains dan berkolaborasi.  Pembelajaran biologi perlu dikembangkan asesmen yang berbasis literasi sains. Asesmen yang berbasis literasi sains dalam pembelajaran biologi harus disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 mengisyaratkan penggunaan asesmen autentik untuk menilai kesiapan, proses, dan hasil belajar siswa secara utuh. Hasil observasi dan wawancara kepada guru biologi di SMAN 1 Kepanjen diperoleh hasil bahwa dalam menilai kompetensi pengetahuan siswa, guru menggunakan tes tertulis dengan soal berlevel kognitif C3-C4, selain itu guru dalam menyusun instrumen penilaian masih belum sesuai dengan Kompetensi Dasar yang harus dicapai karena guru terkadang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan penilaian dengan indikator hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan asesmen autentik dalam model inkuiri terbimbing pada materi Sistem Koordinasi untuk mengukur kemampuan literasi sains dan kolaborasi siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen yang telah teruji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya.

Penelitian ini merupakan jenis  penelitian dan pengembangan  (Research and Development) yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analysis, design, develop, implementation, dan evaluation. Instrumen asesmen autentik yang dikembangkan terdiri atas instrumen penilaian sikap kegiatan diskusi, instrumen tes kognitif dalam bentuk tes tulis pada akhir materi sistem koordinasi, dan perangkat pembelajaran berupa RPP dan UKBM. Sebelum produk diujicobakan, produk divalidasi oleh ahli asesmen dan ahli materi, kemudian dilakukan perbaikan berdasarkan saran yang telah diberikan oleh validator. Uji coba produk dilakukan terhadap 214 siswa XI MIPA di SMAN 1 Kepanjen dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis butir soal, teknik analisis isi, dan teknik analisis kualitatif. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar validasi instrumen, lembar angket respons pengguna, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan instrumen pengumpulan data hasil belajar siswa.

Hasil validasi oleh ahli asesmen terhadap RPP, UKBM, instrumen penilaian sikap kegiatan diskusi, instrumen tes kognitif soal pilihan ganda dan uraian sebesar 100% (sangat valid). Hasil validasi oleh ahli materi terhadap RPP, UKBM, dan instrumen tes kognitif soal pilihan ganda dan uraian sebesar 100% (sangat valid). Berdasarkan hasil validasi, asesmen autentik yang dikembangkan layak untuk diimplementasikan, namun perlu dilakukan revisi berdasarkan saran dari vaidator sebelum diimplementasikan. Hasil uji kepraktisan asesmen autentik yang dikembangkan dilihat dari hasil angket respons pengguna yaitu guru dan siswa. Berdasarkan hasil angket respons siswa menunjukkan bahwa UKBM memperoleh rerata 98% (sangat praktis) dan instrumen tes kognitif memperoleh rerata 97% (sangat praktis). Hasil angket respons guru menunjukkan bahwa RPP, UKBM, instrumen penilaian sikap kegiatan diskusi dan instrumen tes kognitif memperoleh rerata 100% (sangat praktis). Berdasarkan hasil angket respons guru dan siswa produk yang dikembangkan berupa RPP, UKBM, instrumen penilaian sikap kegiatan diskusi dan instrumen tes kognitif praktis digunakan dalam pembelajaran.

Hasil uji keefektifan asesmen autentik yang dikembangkan pada penelitian ini diketahui dari hasil belajar siswa pada ranah sikap dan pengetahuan serta keterlaksanaan proses pembelajaran yang sesuai dengan RPP. Skor rata-rata sikap kegiatan diskusi sebesar 91% (sangat baik) dan skor rata-rata dari tes kognitif sebesar 86% (sangat baik). Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran memiliki rerata skor sebesar 91% (sangat baik). Hasil keefektifan juga didukung oleh hasil analisis butir soal yang menujukkan bahwa soal tes kognitif memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi yaitu 0,81 untuk soal pilihan ganda dan 0,86 untuk soal uraian, selain itu soal tes kognitif memiliki daya pembeda yang berada dalam kriteria baik dan baik sekali, serta tingkat kesukaran soal dengan kategori sedang dan mudah.