SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Protein Membran Spermatozoa Sapi Peranakan Ongole Sebagai Pendukung Kualitas Spermatozoa

muhammad nurhasan

Abstrak


Inseminasi buatan (IB) merupakan usaha manusia dalam meningkatkan mutu genetik dengan cara menginjeksikan sperma sapi pejantan dengan kriteria unggul ke dalam saluran reproduksi betina dan menghasilkan kebuntingan yang lebih tinggi. Secara alami seekor pejantan hanya mampu mengawini 20-30 ekor, akan tetapi dengan adanya IB mampu mengawini ribuan betina dengan keadan normal sehingga mempercepat kebuntingan. Pelaksanaan program IB di Indonesia dari tahun ke tahun masih belum optimal sehingga angka kelahiran sapi fluktuatif. Tingkat keberhasil IB di pengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan adalah untuk menentukan profil protein membran spermatozoa sapi Peranakan Ongole berdasarkan adanya aktivitas fosforilasi dan glikoprotein.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan melakukan analisis pada aktivitas fosforilasi dan glikoprotein membran spermatozoa sapi Peranakan Ongole. Objek dari penelitian ini berupa semen beku yang diperoleh dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler Universitas Negeri Malang dan di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang. Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari atas: (1) Isolasi protein membran spermatozoa sapi Peranakan Ongole; (2) elektroforesis SDS-PAGE dan perhitungan berat molekul pada pita protein membran; (3) Elektroelusi pada pita protein membran; (4) Perhitungan aktivitas fosforilasi protein; (5) Pewarnaan glikoprotein pada gel poliakrilamid.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 pita protein dengan rentangan berat molekul 160,07 ̶ 148,09 kDa; 117,26 ̶ 108,48 kDa; 104,34 ̶ 92,85 kDa; 85,90 ̶ 79,45 kDa; 76,43 ̶ 70,71 kDa; 68,01 ̶ 65,42 kDa; 62,92 ̶ 53,86 kDa; 41,02 ̶ 37,92 kDa; 30,05 ̶ 25,72 kDa dan 22,88 ̶ 22,1 kDa. Hasil pengujian glikoprotein menunjukkan hasil yang positif ditandai dengan munculnya pita berwarna magenta pada gel poliakrilamid. Pengujian aktivitas fosforilasi protein membran dilakukan pada interval suhu inkubasi 35 oC, 37 oC dan 39 oC. Protein dengan rentangan berat molekul 104,34 ̶ 92,85 kDa dan 68,01 ̶ 65,42 kDa memiliki aktivitas fosforilasi yang tinggi pada suhu inkubasi 37 oC yakni sebesar 20,59 x 10-2 dan 19,47 x 10-2 µmol/mL.menit. Protein yang memiliki aktivitas fosforilasi yang tinggi serta memiliki peluang dalam mendukung kualitas spermatozoa dalam melakukan proses kapasitasi, rekasi akrosom dan dapat melakukan fertilisasi.