SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) TERHADAP KADAR RECEPTOR FOR ADVANCED GLYCATION ENDPRODUCTS (RAGE) PADA EPIDIDIMIS MENCIT (Mus musculus) GALUR BALB/C DIET TINGGI KARBOHIDRAT DAN LEMAK

Dewi Sekar Miasih

Abstrak


Konsumsi makanan dengan karbohidrat dan lemak secara berlebihan akan menyebabkan sindrom metabolik. Pemberian diet tinggi karbohidrat dan diet tinggi lemak dapat menyebabkan obesitas, dislipidemia, hipertensi, peningkatan berat badan, lemak perut, gangguan metabolisme glukosa, hiperkolesterolemia, hiperinsulinemia, dan disfungsi endotel. Hiperkolesterolemia yang diakibatkan oleh diet tinggi karbohidrat dan tinggi lemak akan mengganggu sistem reproduksi jantan, seperti  penurunan kualitas sperma yang bisa menyebabkan infertilitas. Makanan diet tinggi karbohidrat dan tinggi lemak yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami proses reaksi Maillard dan membentuk  Advanced Glycation Endproducts (AGE). AGE juga dapat tebentuk dari jalur peroksidasi lipid. Peningkatan stres oksidatif akan meningkatkan pembentukan AGE di dalam tubuh. AGE akan berikatan dengan Receptor for Advanced Glycation Endproducts (RAGE). RAGE terdapat pada membran sel dan ada yang larut dalam cairan ekstraseluler. RAGE yang berikatan dengan AGE akan meningkatkan jumlah ROS. Peningkatan jumlah ROS di dalam tubuh mengganggu berbagai sistem, salah satunya dalam  sistem reproduksi jantan. Khusus pada epididimis menyebabkan sistem reproduksi tidak berfungsi dengan baik. Kualitas sperma juga akan mengalami penurunan sehingga kemampuan sistem reproduksi jantan menurun. Terapi yang dapat digunakan untuk mencegah terbentuknya AGE adalah dengan konsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan. Alternatif sumber antioksidan yang memiliki potensi besar adalah bahan tumbuhan. Tumbuhan yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan tinggi adalah bawang putih tunggal (Allium sativum L.).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap kadar RAGE pada epididimis mencit (Mus musculus) galur Balb/C diet tinggi karbohidrat dan lemak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan RAK dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang membutuhkan  total 24 ekor  mencit. Kelompok perlakuan yaitu dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu normal, kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), dan pemberian ekstrak bawang putih tunggal dengan berbagai dosis (125 mg/Kg BB, 250 mg/Kg BB, dan 500 mg/Kg BB). Hewan coba diaklimatisasi selama dua minggu dan ditempatkan di dalam kandang plastik dengan pemberian pakan pelet susu A dan minum air mineral secara ad libitum. Kelompok normal diberikan pakan pellet susu A, kelompok kontrol dan perlakuan diberi pakan high fat diet (HFD) selama 45 hari. Ekstrak bawang putih tunggal diberikan ke mencit selama 30 hari. Setelah 30 hari perlakuan, mencit jantan dibedah dan diambil epididimisnya. Epididimis dicacah sampai halus. Pengukuran kadar RAGE epididimis mencit diet tinggi karbohidrat dan lemak dilakukan dengan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan berat berat badan mencit berbanding terbalik dengan berat sisa pakan. Semakin sedikit pakan yang tersisa menunjukkan bahwa tingkat konsumsi lebih besar yang berdampak pada peningkatan berat badan mencit. Data kadar RAGE yang telah lengkap dan telah dikonversi menggunakan persamaan garis regresi selanjutnya diuji secara statistik. Uji normalitas data melalui tes Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikasi tiap kelompok perlakuan >0,05 yang berarti bahwa data terdistribusi secara normal. Uji homegenitas diperoleh taraf signifikansi