SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Materi Struktur Jaringan Hewan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pandaan untuk Pembelajaran Remedi

Faradina Ihda Warda

Abstrak


RINGKASAN

Faradina, Ihda,W. 2019. Pengembangan Modul Materi Struktur Jaringan Hewan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pandaan untuk Pembelajaran Remedi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. (2) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si

Kata Kunci: modul, remedi, struktur jaringan hewan

Perkembangan pendidikan di Indonesia tidak luput dari adanya sistem kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang  diterapkan di Indonesia dan sesuai dengan Tujuan Pendidikan Nasional.  Kurikulum 2013 diharapkan dapat memperbaiki kegiatan belajar mengajar di kelas. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa setelah kegiatan belajar mengajar berakhir masih saja ada siswa yang belum menguasai materi pelajaran. Siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal harus dituntaskan melalui pembelajaran remedi sebelum melanjutkan pada kompetensi berikutnya.Pembelajaran remedi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa yang berimbas nilai siswa yang awalnya  kurang hingga siswa tersebut mencapai standar nilai yang ditetapkan.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Pandaan diketahui sekitar 13 orang siswa yang harus mengikuti remedi dengan alasan soal yang diberikan pendidik terlalu sulit, kesulitan dalam menghafal bagian struktur jaringan, banyak istilah baru, gambar kurang menarik sehingga kurang mendorong motivasi belajar siswa. Selain itu, untuk melakukan pembelajaran remedi guru mengalami kesulitan dalam menentukan waktu, tempat, maupun mempersiapkan perangkat untuk melaksanakan pembelajaran remedi Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan suatu bahan ajar alternatif berupa modul untuk remedi materi struktur jaringan hewan untuk kelas XI SMA Negeri 1 Pandaan yang tervalidasi, praktis dan efektif.

Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE.Pengembangan model ini terdiri dari 5 tahap, dimana setiap tahap memiliki peranan penting dalam pengembangan yang akan dilakukan. Tahap pengembangan modul  dimulai dari analyze, design, develop, implemen, dan diakhiri dengan kegiatan evaluate  untuk melihat kelayakan modul. Validasi modul melibatkan 3 orang ahli meliputi ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli praktisi lapangan. Uji coba lapangan dilakukan melalui uji kepraktisan dan uji keefektifan kepada siswa kelas XI-MIA 7 SMA Negeri 1 Pandaan.

 

Validasi oleh ahli materi diperoleh rerata total persentase sebesar 100%, maka disimpulkan bahwa modul pembelajaran remedi sangat valid.Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media pembelajaran sebesar 87.3% yang termasuk kategori valid. Hasil yang diperoleh dari ahli praktisi lapangan sebesar 92,68% yang termasuk kategori valid.Hasil uji keefektifan oleh siswa diperoleh nilai N-gain 0,704 maka menunjukkan tingkat keefektifan modul pembelajaran remedi yang dikembangkan memiliki keefektifan tinggi. Uji kepraktisan yang juga dilakukan oleh siswa diperoleh rerata persentase sebesar 90,86% maka dapat dikategorikan praktis.