SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMAN 9 MALANG

Waloyo Gissa Adela Putrining

Abstrak


RINGKASAN

Waloyo, Gissa Adela Putrining. 2019. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi dengan Model Inkuiri Terbimbing pada Materi Keanekaragaman Tumbuhan untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains dan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sunarmi, M.Pd., (2) Dr. Vivi Novianti, S.Si., M.Si.

Kata Kunci: perangkat pembelajaran, inkuiri terbimbing, keaneragaman tumbuhan, keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis.

Kegiatan pembelajaran pada Kurikulum 2013 diharapkan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang berbasis kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Hasil wawancara dengan guru biologi dan mengaji dokumen perangkat pembelajaran, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran di SMAN 9 Malang disusun melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang belum dikembangkan dan diperbaharui lebih lanjut oleh guru. Perangkat pembelajaran yang disusun menunjukkan ketidaksesuaian antara materi, alokasi waktu, kegiatan pembelajaran menampilkan kegiatan guru sedangkan kegiatan siswa tidak dicantumkan, dan kesulitan guru dalam memunculkan sintaks pembelajaran dan soal dengan tingkatan C4-C6. Materi UKBM (Unit Kegiatan Kerja Mandiri) disusun perdivisio tumbuhan. Kesulitan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum akan berdampak pada proses pembelajaran siswa. Sebanyak  22% siswa mengalami kesulitan belajar biologi. Bahan ajar yang digunakan oleh siswa sebagian besar berupa buku paket yang disediakan oleh pemerintah. Keterampilan proses sains dan berpikir kritis siswa rendah. Keaktifan siswa saat pembelajaran 40% dari total siswa di kelas. 

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing pada materi keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan:

1) menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing untuk mengukur keterampilan proses sains dan berpikir kritis siswa pada materi keanekaragaman tumbuhan,

2) mengetahui kevalidan perangkat pembelajaran yang dikembangkan,

3) mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan,

4) mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan.

Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE menurut Branch (2009). Data penelitian terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi perangkat pembelajaran, skor angket uji kepraktisan, skor hasil belajar aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator, guru, dan siswa. Validasi dilakukan oleh dosen ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji keefektifan dan kepraktisan dilakukan dengan mengimplementasi¬kan perangkat pembelajaran di kelas X.MIPA. 4 dan X.MIPA.7 SMAN 9 Malang dengan jumlah 64 siswa, sedangkan uji kepraktisan dilakukan terhadap seluruh respon siswa dan guru. Pemilihan sekolah dan kelas didasarkan pada permasalahan yang didapatkan dari pengalaman melakukan pembelajaran saat KPL (Kajian dan Paktek Lapangan) berlangsung dan diperkuat dengan melakukan wawancara, mengaji dokumen, dan penyebaran angket kepada guru serta siswa.

Hasil validasi perangkat pembelajaran menunjukkan kriteria sangat valid, dengan rincian nilai persentase validitas silabus 94,7%, RPP 93,2%, instrumen penilaian 93,3%, handout 95,4%, dan UKBM 95,1%. Hasil uji coba kepraktisan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sangat praktis, dengan rincian nilai persentase sebesar 92,8%. Keefektifan pembelajaran terlihat dari hasil belajar aspek sikap dan aspek psikomotorik menunjukkan sangat efektif  dengan nilai persentase 91,1%, 87,3% dan aspek pengetahuan menunjukkan cukup efektif dengan nilai persentase 80,9%. Berdasarkan hasil tersebut memperlihatkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah valid/layak, praktis, dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

 

SUMMARY

Waloyo, Gissa Adela Putrining. 2019. Development of Biology Learning Devices with Guided Inquiry Model on Plant Diversity Material to Measure Science Process Skills and Critical Thinking in Grade X Students at SMAN 9 Malang, Sarjana’s Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisors : (1) Dra. Sunarmi, M.Pd., (2) Dr. Vivi Novianti, S.Si., M.Si.

Keywords : learning tools, guided inquiry, plant diversity, science process skills, critical thinking skills.

Learning activities in the 2013 Curriculum are expected to use a scientific approach that is contextually based in daily activities. The results of interviews with biology teachers and reviewing the learning device documents, showed that the learning devices at SMAN 9 Malang were prepared through MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) which had not been developed and updated further by the teacher. The arranged learning device shows discrepancies between material, time allocation, learning activities displaying teacher activities while student activities are not included, and teacher difficulties in generating learning syntax and questions with levels C4-C6. UKBM (Unit Kegiatan Kerja Mandiri) material is prepared by plant division. The difficulty of teachers in developing learning devices that are not in accordance with the demands of the curriculum will have an impact on the learning process of students. As many as 22% of students have difficulty learning biology. The teaching materials used by students are mostly in the form of textbooks provided by the government. Science process skills and critical thinking in students are low. Student activity during learning 40% of the total students in the class.

The effort can be made to solve this problems are by developing learning tools with guided inquiry models on plant diversity material. This study aims:

1) produce products in the form of guided inquiry learning tools to measure science process skills and students' critical thinking on plant diversity material,

2) know the validity of developed learning devices,

3) know the practicality of learning devices developed,

4) know the effectiveness of devices learning developed.

This research and development using the ADDIE model according to Branch (2009). The research data consists of quantitative and qualitative data. Quantitative data were obtained from scores from the learning device validation results, practicality test questionnaire scores, learning outcomes scores, attitude aspects, knowledge aspects, and skills aspects. Qualitative data in the form of suggestions and comments from validators, teachers, and students. Validation is carried out by instructional expert lecturers, material experts, and field practitioners. Test of effectiveness and practicality is done by implementing learning devices in class X.MIPA. 4 and X. MIPA. 7 SMAN 9 Malang with 64 students, while practicality tests were carried out on all student and teacher responses. The selection of schools and classes is based on the problems obtained from the experience of conducting learning when KPL (Kajian dan Praktek Lapangan) take place and are strengthened by conducting interviews, reviewing documents, and distributing questionnaires to teachers and students

The results of the validation of the learning device shows that the criteria are very valid, with details of the percentage value of the syllabus validity of 94.7%, lesson plan 93.2%, assessment instruments 93.3%, handouts 95.4%, and UKBM 95.1%. The practicality test results show that the learning device is very practical, with details of the percentage value of 92.8%. The effectiveness of learning can be seen from the learning outcomes of attitude and psychomotor aspects showing that it is very effective with a percentage value of 91.1%, 87.3% and aspects of knowledge show quite effective with a percentage value of 80.9%. Based on these results show that the learning device developed has been valid / feasible, practical, and effectively used in learning activities.