SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA KELAS XI SMAN 2 MALANG UNTUK MEMBANTU PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDI

KURNIASIH AN'NISA

Abstrak


ABSTRAK

Kurniasih, An’nisa. 2018. Pengembangan Modul Materi Sistem Pencernaan Manusia Kelas XI SMAN 2 Malang untuk Membantu Pelaksanaan Pembelajaran Remedi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.

Kata Kunci: pembelajaran remedi, modul, sistem pencernaan manusia.

Saat ini pendidikan di Indonesia pada proses pembelajarannya menggunakan Kurikulum 2013. Proses pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi siswa dengan menggunakan metode yang berbeda bertujuan tercapainya KD dan IK. Ketercapaian KD sangat diperlukan sebagai syarat untuk mencapai KKM sebagai acuan ketuntasan hasil belajar siswa dan sebagai acuan oleh guru untuk menentukan tindakan lanjutan yaitu pengayaan bagi siswa yang mencapai ketuntasan atau perbaikan bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMAN 2 Malang pada tanggal 14 Desember 2017, diketahui bahwa KKM yang berlaku untuk mata pelajaran biologi yaitu 75. Saat ini pelaksanaan pembelajaran remedi hanya sebatas penugasan berupa powerpoint text dan tes ulang terkait hambatan yang dialami guru yaitu waktu dan tempat pelaksanaan remedi serta kesibukan guru ketika akan melaksanakan pembelajaran remedi . Beberapa siswa belum mencapai KKM khususnya pada materi sistem pencernaan manusia berdasarkan pada perhitungan nilai tes formatif, praktikum dan tugas masih terdapat siswa yang belum tuntas. Kesulitan materi yang dialami siswa mencakup proses fisiologi yang sulit untuk dipahami, gambar kurang menarik, kurangnya literasi, dan latihan soal kurang bervariasi.

Modul ini dikembangkan menggunakan model ADDIE yang diadaptasi dari model desain pembelajaran. Model ADDIE dipilih karena pada model ini setiap tahapannya melalui tahap evaluasi dan tersusun secara sistematis dalam upaya pemecahan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Pengembangan model ini terdiri dari lima tahap yang meliputi: Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Uji validitas dilakukan oleh validator ahli (expert appraisal) yang meliputi ahli materi (dosen), ahli pembelajaran (dosen), dan praktisi lapangan (guru biologi SMA Negeri 2 Malang). Uji keefektifan dan kepraktisan dilakukan oleh lima siswa kelas XI SMAN 2 Malang yang sebelumnya telah melaksanakan pembelajaran remedi materi sistem pencernaan manusia.

Hasil uji validitas modul diperoleh dengan rerata persentase skor total dari ahli pembelajaran sebesar 88,50%, ahli materi sebesar 100%, praktisi lapangan sebesar 95,83%. Berdasarkan kriteria validitas menyatakan modul sistem pencernaan manusia yang telah dikembangkan dikategorikan sangat valid. Hasil uji keefektifan dengan nilai n-gain sebesar 0,81, menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan dikategorikan sangat efektif untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran remedi. Hasil uji kepraktisan yang dilakukan kepada lima siswa,  diperoleh rerata persentase skor total sebesar 98,75%, menunjukkan bahwa modul sistem pencernaan manusia yang telah dikembangkan dikategorikan sangat praktis.