SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Ekspresi Relatif Gen Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI) Padi (Oryza sativa L.) Lokal Banyuwangi

TITA PUTRI MILASARI

Abstrak


Analisis Ekspresi Relatif Gen Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI) Padi (Oryza sativa L.) Lokal Banyuwangi

Analysis Relative Expression of Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI) Gene Banyuwangi Local Rice (Oryza sativa L.) 1 Tita Putri Milasari, 2Dwi Listyorini, 3Evi Susanti 1Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatuhan Alam Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang No. 5 Malang, 65145, Indonesia

*Coresponding email: listyorini.aljabari@um.ac.id, putritita50@gmail.com

 

Abstrak

Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang masih mempertahankan penanaman padi lokal. Padi lokal telah diteliti mempunyai potensi tahan terhadap penyakit dan mempunyai mutu baik, sehingga dapat digunakan sumber genetik dalam pembuatan varietas padi unggul. Beras bermutu baik, merupakan beras yang baik bagi kesehatan, yaitu beras dengan indeks glikemik rendah. Indeks glikemik dalam beras dipengaruhi oleh presentase amilosa dan amilopektin. Sintesis amilosa dalam endosperm padi (O. sativa L.) dikatalis oleh enzim (GBSSI). Ekspresi gen GBSSI didalam sel diduga dapat dijadikan marker untuk menseleksi padi lokal unggul berdasarkan nilai indeks glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen GBSSI pada padi lokal Banyuwangi. Level ekspresi gen GBSSI diketahui menggunakan alat Real Time PCR. Hasil ekspresi gen diketahui dari nilai Ct yang ditunjukkan oleh Real Time PCR. Hasil analisis menggunakan 2∆Ct menunjukkan bahwa level ekspresi dari tinggi kerendah secara berturut turut adalah varietas Hitam Melik (2∆Ct = 3333,3), diikuti oleh Hitam Pekat (2∆Ct = 1844,8), SOJ A3 (2∆Ct = 1086), Janur Kuning (2∆Ct = 649,9), Berlian (2∆Ct = 571,3), Merah Bali (2∆Ct = 20,2), dan Blambangan A3(2∆Ct =  2,4), serta varietas Blambangan A2 mempunyai ekspresi GBSSI paling rendah dibandingkan dengan varietas lain (2∆Ct = 0,8). Padi (O. sativa L.) lokal Banyuwangi mempunyai level ekspresi gen GBSSI yang berbeda secara signifikan.

Kata Kunci : Ekspresi gen, Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI), amilosa

 

Abstract

Banyuwangi is one of the areas in East Java that still maintains local rice cultivation. Local rice has been studied has the potential to be resistant to disease and has good quality, so genetic resources can be used in the manufacture of superior rice varieties. Good quality rice, which is good for health, namely rice with a low glycemic index. The glycemic index in rice is influenced by the percentage of amylose and amylopectin. Amylose synthesis in rice endosperm (O. sativa L.) is catalyzed by enzymes (GBSSI). The expression of the GBSSI gene in cells is thought to be a marker for selecting superior local rice based on the glycemic index value. This study aims to determine the expression of GBSSI genes in Banyuwangi local rice. The GBSSI gene expression level is known to use the Real Time PCR tool. The results of gene expression are known from the Ct value indicated by Real Time PCR. The results of the analysis using 2∆Ct indicate that the level of expression of the high lows are Hitam Melik (2∆Ct = 3333,3), then Hitam Pekat (2∆Ct = 1844,8), SOJ A3 (2∆Ct = 1086), Janur Kuning (2∆Ct = 649,9), Berlian (2∆Ct = 571,3), Merah Bali (2∆Ct = 20,2), Blambangan A3(2∆Ct =  2,4), and Blambangan A2 (2∆Ct = 0,8). Banyuwangi local rice (O. sativa L.) has a significantly different GBSSI gene expression level.

 

Keyword : gene expression, Granule-Bound Starch Synthase I (GBSSI), amylose.