SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosa) Terhadap Performa Reproduksi dan Perkembangan Embrio Mencit (Mus musculus L) Balb/c

PUTRI ALIFA RIZKI NABILA

Abstrak


RINGKASAN

Putri, Alifa Rizki Nabila. 2018. Pengaruh Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosa) Terhadap Performa Reproduksi dan Perkembangan Embrio Mencit (Mus musculus L) Balb/c. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Amy Tenzer, M.S. (II) Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes., Ph.D.

Kata Kunci: Ekstrak Daun Srikaya, Annona squamosa, Performa Reproduksi Mencit, Perkembangan Embrio Mencit.

Cacat lahir adalah kelainan kongenital yang meliputi malformasi kongenital, deformasi dan kelainan kromosom. Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk obat herbal dapat memungkinkan terjadinya cacat lahir. Salah satu tanaman obat yang dikenal adalah srikaya (Annona squamosa), yang secara tradisional digunakan untuk terapi epilepsi, konstipasi, dan tumor dan kanker dalam bentuk seduhan daun maupun jamu serbuk. Infusa segar maupun teh dari daun srikaya dapat digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti konstipasi yang dapat terjadi pada awal kehamilan. Dengan melihat banyaknya manfaat tumbuhan srikaya sebagai tumbuhan obat dan berbagai kandungan di dalamnya seperti  alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, yang berpotensi sebagai teratogen maka keamanan penggunaan tumbuhan srikaya sebagai obat harus dapat dipertanggung jawabkan, termasuk keamanan penggunaan bagi ibu hamil.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) terhadap performa reproduksi dan perkembangan embrio mencit (Mus musculus L) galur Balb/c. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 sampai dengan Juni 2018. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental laboratorik dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini menggunakan lima macam dosis ekstrak daun srikaya, yaitu 0 mg / 20 g bb, 10 mg / 20 g bb, 20 mg / 20 g bb, 30 mg / 20 g bb, dan 40 mg / 20 g bb dan pemberian ekstrak dilakukan secara oral dengan metode gavage pada hari kehamilan ke 6 sampai 15 (sepanjang organogenesis).

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun srikaya (Annona squamosa) berpengaruh terhadap performa reproduksi dan perkembangan embrio mencit (Mus musculus L) galur Balb/c dalam hal menurunkan berat fetus, memperpendek panjang fetus, menyebabkan terjadinya hemoragi pada bagian punggung, dada, abdomen, serta menurunkan jumlah penulangan yang artinya memperlambat osifikasi pada badan vertebra, autopodium anterior, serta autopodium posterior pada fetus mencit. Diharapkan, dengan adanya penelitian ini dapat diketahui dosis teratogenik ekstrak daun srikaya pada manusia, sehingga penggunaan bagi ibu hamil bisa diwaspadai.