SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI HOTS MATERI SISTEM RESPIRASI UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XI IPA DI SMAN 1 SINGOSARI

ROQHMAH MIFTAHUL

Abstrak


ABSTRAK

Roqhmah, M. 2019. Pengembangan Instrumen Evaluasi HOTS Materi Sistem Respirasi untuk Mengukur KemampuanBerpikir Tingkat Tinggi Siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Singosari. Skripsi, JurusanBiologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Dr. Vivi Novianti, S.Si., M.Si.

Kata Kunci: instrumen evaluasi HOTS, materi sistem respirasi, kemampuan berpikir tingkat tinggi

Pendidikan pada abad 21 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang tidak sekedar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Pengembangan instrumen evaluasi HOTS untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Singosari dilakukan karena proses pembelajaran biologi yang dilakukan belum mampu mendukung pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan belum tersediany instrumen evaluasi yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk

(1) mengembangkan instrumen evaluasi HOTS, RPP, dan LKS materi sistem respirasi,

(2) menguji validitas logis instrumen evaluasi HOTS, RPP, dan LKS materi sistem respirasi,

(3) menganalisis butir soal instrumen evaluasi HOTS dalam bentuk soal uraian yang telah dilakukan uji coba terhadap siswa kelas XI IPA SMAN 1 Singosari,

(4) menguji kepraktisan instrumen evaluasi HOTS, RPP, dan LKS materi sistem respirasi, dan

(5) menguji keefektifan instrumen evaluasi HOTS.

Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang terdiridari 5 langkah yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Produk pengembangan utama berupa instrumen evaluasi HOTS dalam bentuk soal uraian yang dilengkapi dengan RPP dan LKS. Data yang diperoleh berupa kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil validasi oleh ahli, hasil angket respon pengguna, hasil observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing, dan skor hasil ulangan harian siswa yang diukur menggunaka ninstrumen evaluasi HOTS. Adapun data kualitatif berupa saran serta masukan dari validator dan pengguna.

Hasil validasi ahli asesmen menunjukkan bahwa instrument evaluasi HOTS memiliki validitas logis sebesar  100% (sangat valid), kualitas soal instrumen evaluasi HOTS sebesar 88,45% (sangat valid), RPP sebesar 94,23% (sangat valid), dan LKS sebesar 88,46% (sangat valid). Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa instrument evaluasi HOTS memiliki persentase validitas sebesar  100% (sangat valid), RPP sebesar 100% (sangat valid), dan LKS sebesar91,67% (sangat valid). Hasil validasi oleh praktisi lapangan menunjukkan bahwa instrument evaluasi HOTS memiliki persentase validitas sebesar  100% (sangat valid), RPP sebesar 96,94% (sangat valid), dan LKS sebesar 94,32% (sangat valid).

Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan bahwa instrument evaluasi HOTS yang dikembangkan memiliki kualifikasi kepraktisan dengan kategori praktis. Hasil analisis butir soal menggunakan program ANATES menunjukkan bahwa instrumen evaluasi HOTS yang dikembangkan memiliki tingkat kesukaran soal dengan kategori baik, daya pembeda diterima, dan reliabilitas instrumen evaluasi HOTS yang tinggi. Setelah dilakukan uji coba produk kelompok besar diperoleh hasil bahwa instrument evaluasi HOTS, RPP, dan LKS memiliki kualifikasi kepraktisan dengan kategori sangat praktis. Rerata skor hasil ulangan harian siswa sebesar 43,46 menunjukkan bahwa instrument evaluasi HOTS yang dikembangka ntermasuk dalam kategori efektif. Hasil ini dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang menggunakan model inkuiri terbimbing. Hasil observasi keterlaksanaan sintaks inkuiri terbimbing yaitu sebesar 96,79% (sangat baik). Kesimpulan penelitian ini adalah instrument evaluasi HOTS, RPP, dan LKS yang dikembangkan sangat valid, sangat praktis, dan cukup efektif untuk mengukur dan melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.