SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu NHT Bermuatan Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi, dan Sikap Siswa Kelas XI MIPA SMA Laboratorium UM

Fina Dewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pendidikan yang sesuai diperlukan untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan, khususnya pada abad 21. Salah satu kemampuan esensial yang harus dimiliki oleh siswa adalah kemampuan berpikir kritis. Keberhasilan siswa dalam belajar dapat di raih apabila siswa memiliki motivasi. Aspek penting lainya dalam pembelajaran selain motivasi adalah sikap siswa. Penilaian sikap di sekolah merupakan tanggung jawab setiap pendidik, termasuk guru biologi yang pelaksanaannya dintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran. Permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis, motivasi dan sikap juga terjadi di kota Malang, salah satunya di SMA Laboratorium UM. Kemampuan berpikir kritis, motivasi, dan sikap dapat diberdayakan oleh guru melalui penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Model pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini yaitu inkuiri terbimbing dipadu NHT bermuatan pendidikan karakter. Muatan karakter dintegrasikan dalam setiap sintaks model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu NHT yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu NHT bermuatan pendidikan karakter untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, motivasi dan sikap siswa kelas XI MIPA SMA Laboratorium UM.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif menggunakan teknik penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Taggart. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 yang berjumlah 34 orang. Kemampuan berpikir kritis siswa diukur berdasarkan peningkatan nilai pretest dan postest siswa pada setiap indikator berpikir kritis disetiap siklus dan mengukur kefektifan model pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis menggunakan analisis n-gain. Skor motivasi siswa pada penelitian ini diukur dengan menggunakan lembar observasi selama pembelajaran dan kuesioner model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction). Sikap siswa yang diamati meliputi sikap spiritual dan sikap sosial. Penilaian sikap siswa juga diukur menggunakan lembar observasi dan kuesioner

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis, motivasi, dan sikap siswa selama pembelajaram. Rerata peningkatan pretest-posttest pada siklus I sebesar 37,3% dan pada siklus II sebesar 46,3%. Analisis n-gain menunjukkan peningkatan berpikir kritis sebesar 0,528 pada siklus I, dan 0,65998 pada siklus II. Rerata motivasi klasikal berdasarkan kuesioner siswa sebelum tindakan adalah 71,875%, kemudian setelah siklus I mengalami peningkatan menjadi  77,87%, sementara pada akhir siklus II sebesar 85,11%. Rerata motivasi siswa berdasarkan observasi pada siklus I sebesar 79,96% kemudian meningkat menjadi 88,19% pada siklus II. Rerata sikap klasikal berdasarkan kuesioner siswa sebelum tindakan adalah 76,54%, kemudian setelah siklus I mengalami peningkatan menjadi  80,67%, dan meningkat kembali menjadi 86,19% pada siklus II. Rerata sikap siswa berdasarkan observasi pada siklus I sebesar 78,56% kemudian meningkat menjadi 86,77% pada siklus II. Berdasarkan analisis hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh data persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus I sebesar 94,8%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 98,8. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa juga menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I yang sebesar 91,6%  menjadi 97,7% pada siklus II.

Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu NHT bermuatan pendidikan karakter yang diterapkan oleh peneliti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, motivasi, dan sikap siswa pada pembelajaran biologi materi sistem ekskresi dan sistem koordinasi di kelas XI MIPA 3 SMA Laboratorium UM. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi pendidik untuk memastikan soal evaluasi yang diberikan benar-benar sesuai dan menambahkan sikap spiritual yang diukur dengan menguucapan kalimat spiritual lain seperti kalimat tasbih “Subhanalla”, kalimat takbir “Allahuakbar”, kalimat tahlil “Laa ilaha Illallah,” serta istighfar “Astahghfirullah hal aszim”. Sebaiknya pendidik juga menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi serta melakukan manajemen waktu yang baik selama mengajar.