SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Penilaian Literasi Sains Materi Ekosistem pada Siswa Kelas X MIPA 6 SMAN 9 Malang

Rheinadia Indraswari

Abstrak


ABSTRAK

 

Indraswari, Rheinadia. 2018. Pengembangan Instrumen Penilaian Literasi Sains Materi Ekosistem pada Siswa Kelas X MIPA 6 SMAN 9 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd. (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S.

 

Kata Kunci: pengembangan instrumen penilaian, literasi sains, ekosistem.

Pengembangan instrumen penilaian literasi sains ini dilatarbelakangi oleh belum sesuainya instrumen penilaian literasi sains dengan indikator literasi sains menurut PISA 2015 yang digunakan di SMAN 9 Malang, sehingga guru dan siswa memiliki kendala dalam proses pembelajaran sains. Hasil wawancara dengan guru biologi SMAN 9 Malang diketahui bahwa keterampilan literasi sains siswa masih rendah, yang ditandai dengan siswa sulit untuk memecahkan masalah berdasarkan fenomena. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dikembangkan instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk soal essay dan lembar observasi untuk materi ekosistem. Materi ekosistem mempunyai karakteristik dapat melibatkan siswa melakukan pengamatan langsung di lingkungan, sehingga memungkinkan untuk memenuhi kriteria literasi sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian literasi sains sesuai dengan indikator literasi sains yang dapat mengukur keterampilam literasi sains siswa pada materi ekosistem kelas X MIPA dan menghasilkan instrumen penilaian literasi sains yang valid, efektif, praktis, dan reliabel. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri atas lima tahapan yaitu, (1) Analyze; (2) Design; (3) Develop; (4) Implement; dan (5) Evaluate. Data uji coba produk terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Hasil data validitas isi oleh ahli asesmen diketahui bahwa 100% butir soal sudah mengacu dan sesuai dengan materi. Validitas konstruk setelah divalidasi oleh ahli asesmen diketahui bahwa butir soal 100% sesuai dengan indikator kompetensi dan indikator keterampilan literasi sains. Kualitas soal instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk soal essay memiliki tingkat kevalidan sebesar 100%. Instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk lembar observasi setelah divalidasi oleh ahli asesmen diperoleh kevalidan sebesar 100%. Instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk soal essay yang divalidasi oleh ahli materi memiliki persentase kevalidan sebesar 96,88% dan validasi ahli materi terhadap instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk lembar observasi diperoleh persentase kevalidan sebesar 96,43%. Instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk soal essay yang divalidasi oleh praktisi lapangan memperoleh persentase tingkat kevalidan sebesar 99,06%, sementara validasi praktisi lapangan terhadap instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk lembar observasi diperoleh persentase tingkat kevalidan 95,45%. Berdasarkan hasil validasi ahli asesmen, ahli materi, dan praktisi lapangan diketahui bahwa instrumen penilaian literasi sains yang dikembangkan sangat valid. Hasil analisis butir soal instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk soal essay diketahui bahwa kategori soal mudah sebanyak 3 butir atau 37,5%, soal dengan tingkat kesukaran sedang sebanyak 4 butir atau 50%, dan soal dengan kategori sukar sebanyak 1 butir yaitu 12,5%. Daya pembeda uji coba instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk soal essay diketahui bahwa soal nomor 2, 3, 4, 7, dan 8 memiliki kriteria daya pembeda sedang dengan persentase 24,44 – 38,10. Butir soal yang memiliki daya pembeda tinggi yaitu pada nomor 1, 5, dan 6 yang memiliki tingkat daya pembeda 40,74 – 46,67. Reliabilitas soal dianalisis menggunakan ANATES dan didapatkan hasil sebesar 0,81 yang berarti bahwa tingkat reliabilitas soal tinggi. Keefektifan soal essay diketahui dari rata-rata nilai siswa yaitu 63,51 yaitu memiliki kriteria cukup atau tingkat keefektifan cukup efektif. Uji keefektifan instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk lembar observasi pada kegiatan diskusi adalah 86,18% yang berarti tergolong kriteria sangat efektif, kegiatan praktikum diperoleh rata-rata keterampilan literasi sains siswa sebesar 81,38% yaitu dikategorikan efektif, pada kegiatan presentasi diperoleh rata-rata sebesar 87,97% yang berarti masuk dalam kriteria sangat efektif. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk soal essay dan lembar observasi yang dikembangkan sudah sangat praktis. Persentase dari kepraktisan instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk soal essay yaitu 90,92% dan persentase instrumen penilaian literasi sains dalam bentuk lembar observasi memiliki rata-rata 83,92%.