SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DAYA DAN MEKANISME ANTAGONISME ANTARA TIGA SPESIES KAPANG Trichoderma TERHADAP Erysiphe cichoracearum PENYEBAB PENYAKIT POWDERY MILDEW SECARA IN VITRO

Nurul Yanuarsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan hasil panen tanaman mentimun adalah penyakit embun tepung (powdery mildew) yang disebabkan oleh kapang Erysiphe cichoracearum. Penyakit ini dapat dikendalikan secara hayati dengan memanfaatkan kapang antagonis Trichoderma spp. Penelitian ini menggunakan Trichoderma viride, Trichoderma atroviride, dan Trichoderma harzianum sebagai kapang antagonis. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Menganalisis pengaruh perbedaan spesies kapang antagonis Trichoderma  spp. terhadap daya antagonismenya terhadap kapang patogen E. cichoracearum, 2) Menentukan spesies Trichoderma spp.yang mempunyai daya antagonisme tertinggi terhadap kapang E. cichoracearum,3) Menentukan mekanisme antagonisme antara ketiga spesies kapang Trichoderma spp. terhadap kapang E. cichoracearum berdasarkan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis.

Metode pengujian dilakukan dengan metode dual culture dengan cara menumbuhkan potongan koloni kapang antagonis Trichoderma spp. dan E. cichoracearum secara berpasangan pada medium lempeng PDA secara in vitro, lalu diinkubasi pada suhu 25o-27oC selama 4 x 24 jam, selanjutnya dilakukan penghitungan daya antagonisme, pengamatan secara makroskopis koloni kapang, serta pengamatan secara mikroskopis mekanisme antagonisme menggunakan mikroskop cahaya dan Scanning Electron Microscope (SEM).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh perbedaan spesies kapang antagonis Trichoderma spp. terhadap daya antagonismenya terhadap kapang patogen E. cichoracearum, 2) Kapang antagonis Trichoderma spp. yang mempunyai daya antagonisme tertinggi terhadap kapang E. cichoracearum adalah Trichoderma  harzianum dengan daya hambat sebesar 30,465%. dan 3) Mekanisme antagonisme yang ditunjukkan secara makroskopis adalah kompetisi, dan menunjukkan ketiga mekanisme mikoparasitisme saat diamati secara mikroskopis, yaitu: menempel, menusuk dan membelit hifa kapang E. cichoracearum.