SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL REMEDI MATERI RUANG LINGKUP BIOLOGI (KELAS X, KD 3.1) DI SMA NEGERI 1 BATU

Dea Larasati

Abstrak


ABSTRAK

 

Penilaian pencapaian kompetensi siswa baik pada kurikulum 2013 maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), menggunakan prinsip pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan didasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan masing-masing sekolah. Siswa yang belum tuntas harus melaksanakan pembelajaran remedi. Di kelas XI MIPA 4 yang berjumlah 36 siswa terdapat 3 orang yang belum tuntas atau sekitar 8,3% siswa belum tuntas. Di kelas XI MIPA 5  yang berjumlah 36 terdapat 4 orang yang belum tuntas atau sekitar 11,1% siswa belum tuntas. Terdapat hambatan dalam pelaksanaan remedi yaitu terbatasnya alokasi waktu untuk melaksanakan pembelajaran remedi. Sehingga, pada pelaksanaannya remedi hanya dilakukan dengan cara melakukan tes ulang dan pemberian tugas. Alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dikembangkan modul pembelajaran remedi materi ruang lingkup biologi untuk menyederhanakan pembelajaran reguler agar siswa lebih mudah untuk memahami konsep sebelum diadakan tes remedi.

Modul ini dikembangkan menggunakan model 4D oleh Thiagarajan, S., Semmel, D.S. & Semmel, M.I. tahun 1974. Model pengembangan ini memiliki 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Pada penelitian ini dibatasi sampai tahap develop. Validasi modul melibatkan 3 orang ahli/pakar meliputi ahli materi, ahli pengembangan dan praktisi lapangan/guru. Uji coba lapangan terbatas dilakukan melalui uji keterbacaan kepada 3 orang siswa XI MIPA 4 dan 4 orang siswa XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Batu yang sebelumnya telah melaksanakan remedi pada materi ruang lingkup biologi.

Validasi oleh ahli materi diperoleh sebesar 99%, hasil validasi oleh ahli pengembangan diperoleh sebesar 93,37%, dan hasil validasi oleh praktisi lapangan sebesar 92,43%.  Hasil uji keterbacaan oleh siswa diperoleh sebesar 95,5%. Perolehan persentase hasil validasi dan uji keterbacaan tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan termasuk dalam kualifikasi sangat valid dan layak untuk digunakan.