SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Penilaian Mata Pelajaran Biologi Materi Bahaya Psikotropika Dan Penerapan Prinsip Reproduksi Siswa Kelas XI SMA Islam Al-Maarif Singosari Kabupaten Malang

DINAR AZIZA

Abstrak


ABSTRAK

 

Aziza, Dinar . 2018. Pengembangan Instrumen Penilaian Mata Pelajaran Biologi Materi Bahaya Psikotropika Dan Penerapan Prinsip Reproduksi  Siswa Kelas XI SMA Islam Al-Maarif Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triastono Imam Prasetyo, M. Pd.,(2) Dr. Nursasi Handayani, M.Si.

 

Kata kunci: instrumen penilaian, bahaya psikotropika, penerapan prinsip reproduksi

Implementasi dari Kurikulum 2013, untuk semua tingkat satuan pendidikan berimplikasi pada proses penilaian pencapaian kompetensi peserta didik. Kendala dalam melakukan penilaian salah satunya karena instrumen penilaian yang digunakan oleh guru belum memenuhi kriteria alat tes yang baik. Oleh karena itu, guru perlu menyusun suatu perangkat penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur ketuntasan hasil belajar siswa yang dilihat dari pencapaian indikator hasil belajar dan tujuan pembelajaran khusus yang dicapai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen soal pilihan ganda jawaban tunggal dan asesmen kinerja dari KD 3.11, 4.11, 3.13 dan 4.13 serta mengetahui validitas dari instrumen tersebut. Pengembangan instrumen dilakukan di  SMA Islam Al-Ma’arif Singosari

Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan R & D menurut Borg and Gall yang digunakan hanya sampai tahap ke 9 yaitu final product revision setelah uji coba lapangan produk skala luas. Pengumpulan data diperoleh dari analisis logis oleh validator (ahli materi, ahli evaluasi, dan ahli lapangan (guru biologi) ) soal pilihan ganda jawaban tunggal yang dikembangkan dan dari hasil empiris yang meliputi tingkat kesukaran, daya beda, dan  reliabilitas. Pengembangan asesmen kinerja berdasarkan hasil validasi logis, sedangkan pengembangan soal pilihan ganda jawaban tunggal berdasarkan validasi logis dan empiris. Validasi empiris dilakukan tiga kali yaitu, uji coba perseorangan yang dilakukan pada 12 siswa, uji coba lapangan awal yang dilakukan pada 35 siswa dan uji coba lapangan produk utama yang dilakukan pada 70 siswa kelas XI SMA Islam Al-Ma’arif Singosari.

Berdasarkan analisis validasi logis dan isi terhadap soal pilihan ganda jawaban tunggal diketahui sudah sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Berdasarkan analisis menggunakan program ANATES diperoleh hasil uji coba lapangan awal untuk tingkat kesukaran didominasi soal sukar yaitu 45%, daya beda baik sebesar 37,5%, dan analisis pengecoh berfungsi sebesar 42,5%. Berdasarkan hasil uji coba perseorangan kemudian dilakukan revisi berdasarkan analisis pengecoh. Uji lapangan produk utama diperoleh untuk tingkat kesukaran didominasi soal sedang yaitu 37,5%, daya beda baik sebesar 35%, dan analisis pengecoh berfungsi sebesar 62,5%. Berdasarkan hasil uji coba lapangan produk utama kemudian dilakukan revisi berdasarkan analisis pengecoh. Berdasarkan uji coba lapangan skala luas untuk tingkat kesukaran didominasi soal sedang  yaitu  35%, daya beda baik sebesar 37,5% dan analisis pengecoh 70%, sedangkan reliabilitas sebesar 0,75. Revisi dilakukan berdasarkan hasil analisis pengecoh. Saran yang dianjurkan adalah setelah guru menggunakan instrumen evaluasi (soal pilihan ganda jawaban tunggal) dilakukan validasi empiris meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, reliabilitas dan analisis pengecoh.

Berdasarkan hasil uji coba dan analisis butir soal di SMAI Al-Ma’arif Singosari soal yang dikembangkan telah cukup memenuhi kriteria soal yang baik dan valid. Namun, perbandingan soal yang dikembangkan belum memenuhi kriteria perbandingan soal yang baik. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi siswa, guru telah mengupayakan pembelajaran dengan kurikulum 2013, materi yang diberikan sudah sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ditetapkan meskipun terdapat beberapa materi yang terlewat, namun cara belajar siswa dengan menghafal materi yang diujikan menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam memahami materi biologi yang cukup kompleks. Selain itu, sebagian besar siswa tinggal di pondok pesantren yang memberlakukan peraturan pembatasan penggunaan media elektronik sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengakses informasi. Soal yang dikembangkan pada penelitian efektif digunakan karena sudah valid, praktis, dan mempunyai reliabilitas yang tinggi, tetapi apabila akan digunakan sebaiknya guru Biologi perlu mengkaji kembali pada beberapa soal karena perbaikan soal harus dilakukan berulang-ulang untuk memperbaiki kualitas soal. Sebaiknya penelitian dan pengembangan ini dilakukan hingga langkah ke-10 yaitu desiminasi atau disebarluaskan di beberapa sekolah.