SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PERTUMBUHAN Artemia salina AKIBAT PEMBERIAN DOSIS PAKAN CAMPURAN TEPUNG KOKON ULAT SUTRA (Samia Cynthia) DAN TEPUNG KEDELAI HITAM (Glycine max L.)

Achmad Mubarok

Abstrak


ABSTRAK

 

Sektor budidaya biota laut di Indonesia mengalami peningkatan, karena kebutuhan masyarakat akan sumber nutrisi terus meningkat. Beberapa hal yang harus di perhatikan lebih dalam pembudidayaan udang dan ikan yaitu khususnya tahap pembenihan. Udang dan ikan yang baru menetas membutuhkan pakan yang tinggi protein untuk mencukupi nutrisinya. Pakan alami merupakan pakan yang banyak mengandung protein tinggi, Pakan alami yang banyak digunakan oleh para petani udang dan ikan adalah Artemia salina. Permintaan kista Artemia salina di Indonesia sebagian besar impor dari negara di Eropa. Untuk mengurangi angka impor kista Artemia salina, Indonesia memerlukan adanya inovasi baru yakni dengan membudidayakan Artemia salina dan memberi pakan yang kaya akan protein. Bahan pakan yang memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu kokon ulat sutra (Samia cynthia) 58,28 % dan untuk campuran protein nabati tepung kedelai hitam (Glycine max L.) 42,53 %.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah individu Artemia salina akibat pemberian dosis pakan campuran tepung kokon ulat sutra dan tepung kedelai hitam, serta bertujuan untuk mengetahui perbedaan panjang tubuh Artemia salina akibat pemberian dosis pakan campuran tepung kokon ulat sutra dan tepung kedelai hitam.

Jenis penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Penyiapan pakan tepung kokon ulat sutra yang dibuat dari limbah kokon ulat sutra yang dihaluskan dengan menggunakan blender dan dikeringkan dioven dengan suhu 50o selama tujuh hari kemudian diayak dan disimpan dalam oven dengan suhu 50o serta tepung kedelai hitam yang dibuat dari kedelai hitam yang dihaluskan dengan menggunakan selepan, kemudian diayak dan disimpan dalam oven dengan suhu 50o. Pemberian pakan campuran yaitu dengan perbandingan 3:1. Tepung kokon ulat sutra ditimbang sebanyak 3 g dan tepung kedelai hitam ditimbang sebanyak 1 g, dicampurkan dan diambil 1 g setelah itu ditambahkan air hingga 10 ml. Perlakakuan diambil dari larutan induk sebanyak perlakuan A dosis 0,015 g/L, perlakuan B dosis 0,030 g/L, perlakuan C dosis 0,045 g/L dan perlakuan D dosis 0,060 g/L. Pemberian pakan dilakukan setiap hari selama 23 hari, ada 11 kali perhitungan jumlah dan pengukuran panjang tubuh Artemia salina yang dilakukan setiap 2 hari sekali mulai hari ke-2 sampai hari ke-22 dan untuk pengukuran kualitas air dilakukan 11 kali mulai hari ke-3 sampai hari ke-23. Analisis data dengan Anava untuk mengetahui perbedaan jumlah individu dan panjang tubuh Artemia salina akibat pemberian dosis yang telah ditentukan.

Berdasarkan kurva perhitungan jumlah individu Artemia salina pada hari ke-2,4 dan 6 terjadi fluktuasi hal ini disebabkan karena faktor daya dukung ruang akibat bertambahnya populasi Artemia salina. Pada hari ke-4 merupakan puncak penetasan kista Artemia salina. Hasil Anava hari ke 14,18 dan 22 menunjukan ada beda pada pemberian pakanserta hasil uji lanjut Duncan menunjukan bahwa perlakuan A (0,015 g/L) lebih baik daripada perlakuan D (0,060 g/L).

Berdasarkan kurva pengukuran panjang tubuh Artemia salina pada hari ke-2 sampai ke-22 mengalami kenaikan secara signifikan Hasil Anava hari ke-14,18 dan 22 panjang tubuh Artemia salina menunjukkan bahwa variasi dosis pakan ada beda terhadap panjang Artemia salina. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan perlakuan yang memberikan ukuran Artemia salina terpanjang adalah perlakuan D (0,060 g/L) dan yang paling pendek adalah perlakuan A (0,015 g/L).