SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Berbasis Potensi Lokal Pada Materi Tumbuhan Untuk Mengukur Kemampuan Kerja Ilmiah dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MA Al Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang

Alfi Thohir

Abstrak


ABSTRAK

 

Thohir, Alfi. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Berbasis Potensi Lokal Pada Materi Tumbuhan untuk Mengukur Kemampuan Kerja Ilmiah dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MA AlIttihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M. Pd, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S.

 

Kata Kunci: Pengembangan, perangkat pembelajaran, materi tumbuhan, kerja ilmiah, berpikir kritis

Kurikulum 2013 menitikberatkan pada pembelajaran yang menggunakan keterampilan proses dengan tujuan untuk membekali siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan pada abad ke-21. Untuk dapat menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, kebutuhan untuk menyempurnakan pola pikir siswa melalui proses pembelajaran dirasa sangat krusial. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi di MA Al Ittihad Poncokusumo, proses pembelajaran materi tumbuhan belum memanfaatkan potensi lokal daerah sebagai sumber belajar. Hal ini sangat disayangkan karena Poncokusumo merupakan kawasan yang memiliki jenis tumbuhan yang beranekaragam yang dapat dimanfaatkan sebagai media selama proses pembelajaran. Pembelajaran yang selama ini berlangsung masih bergantung kepada buku teks sehingga belum mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa RPP, LKS, dan asesmen kinerja berbasis potensi lokal pada materi tumbuhan untuk mengukur kemampuan kerja ilmiah dan keterampilan berpikir kritis siswa yang memenuhi kriteria valid dan praktis.

Model penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Adapun tahapan dari model ADDIE ada lima tahapan yaitu: Analyze (Analisis), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), Implement (Penerapan), dan Evaluate (Penilaian). Data yang dikumpulkan terdiri dari data kuantitatif berupa skor validasi/uji coba dan data kualitatif berupa saran/komentar dari validator. Pada tahap develop, tingkat kevalidan produk dapat diperoleh melalui uji validasi yang dilakukan oleh validator ahli perangkat dan materi, ahli asesmen, dan praktisi lapangan. Di lain sisi, kepraktisan produk dapat diketahui melalui uji kepraktisan yang dilakukan oleh siswa MA Al Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil analisis data perangkat pembelajaran inkuiri berbasis potensi lokal pada materi tumbuhan, hasil uji kevalidan ahli materi, ahli asesmen, dan praktisi lapangan mendapatkan kriteria sangat valid. Selain itu, uji kepraktisan dari siswa dan guru mendapatkan presentase sebesar 96,5% dengan kriteria sangat praktis. Saran pengembangan lebih lanjut adalah perlunya pengembangan perangkat pembelajaran pada materi lain sesuai dengan potensi daerah yang ada di sekitar sekolah sebagai sumber belajar.