SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PERTUMBUHAN Artemia salina AKIBAT PEMBERIAN VARIASI DOSIS PAKAN TEPUNG KEPALA UDANG VANNAME (Litopenaues vannamei)

NINDHI PAHLAWATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Budidaya perikanan terutama budidaya udang dan ikan pada saat benur harus didukung oleh faktor yang mampu meningkatkan produksi yakni penyediaan pakan pada tahap pembenihan. Penggunaan pakan yang baik pada tahap pembenihan yakni pakan alami. Pakan alami yang berupa Artemia salina memiliki kelebihan antara lain tidak menimbulkan dampak pada kualitas air, memiliki nilai gizi yang tinggi yakni kandungan protein kasar sebesar 52,7%, lemak 4,8%, karbohidrat 15,4%, air 10,3%, dan abu 11, 2%, ukuran kecil sesuai dengan lebar mulut larva, dan bergerak aktif sehingga merangsang larva/benur untuk memangsanya.

A.salina merupakan produk import yang memiliki harga mahal. A.salina di pasaran dijual dalam bentuk kista. Seiring dengan berkembangnya budidaya perikanan, permintaan kista A.salina semakin meningkat, maka dari itu perlu adanya pengembangan budidaya A.salina.

Pakan yang dapat diberikan dalam budidaya A.salina yakni berupa limbah kepala udang. Kepala udang dipilih karena mengandung protein yang tinggi sebesar 43-53,74%. Pemberian pakan berupa tepung kepala udang berdasar pada kandungan protein yang tinggi, sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan A.salina. Indikator pertumbuhan yang diukur dalam penelitian ini adalah jumlah dan panjang tubuh A.salina.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan jumlah individu A.salina yang bertahan hidup dan panjang tubuh A.salina akibat pemberian variasi dosis pakan tepung kepala udang vanname (Litopneauesus vannamei).

Metode dalam penelitian terdapat beberapa tahap antara lain tahap perendaman dan penetasan kista, tahap pemberian pakan yakni berupa tepung kepala udang dengan empat taraf perlakuan dosis yakni dosis 0,015 gram;0,030 gram; 0,045 gram; 0,060 gram, tahap perhitungan jumlah individu A.salina yang menetas dengan pengambilan sampel sebanyak 5 kali masing-masing 1 mL pada setiap perlakuan dan pengukuran panjang tubuh A.salina dengan pengambilan sampel sebanyak tiga individu. Pengambilan data dilakukan secara acak selama 22 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji anava dan uji lanjut Duncan.

Hasil perhitungan jumlah individu A.salina yang menetas terhadap pemberian pakan tepung kepala udang menunjukkan hasil Anava yang berbeda nyata (P