SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belaja Siswa Kelas XI IPA 3 SMAN 7 Malang

Septian Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Penerapan kurikulum 2013 ditujukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru kelas XI IPA SMAN 7 Malang, diketahui bahwa hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Hasil belajar kognitif siswa kelas XI IPA 3 hanya 60% siswa yang nilainya mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) pada ulangan harian materi sistem sirkulasi. Hasil belajar afektif siswa juga masih rendah, terlihat dari siswa yang terlambat mengumpulkan tugas serta kurangnya tanggungjawab siswa dalam menyelesaikan tugasnya. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Hal ini ditunjukkan banyak siswa yang masih kesulitan dalam merumusakan masalah dan pertanyaan yang diajukan siswa selama kegiatan diskusi masih berada pada tingkat kognitif rendah yaitu antara C1 dan C2. Berdasarkan masalah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMAN 7 Malang melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kulaitatif-kuantittaif. Penelitian ini teridiri dari 2 siklus, tahap penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 SMAN 7 Malang tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 33 orang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Hasil belajar yang diamati dalam penenlitian ini adalah hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes.

Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan model pembelajaran oleh guru pada siklus I adalah 86,6% meningkat pada siklus II menjadi 92,3%. Keterlaksaan model pembelajaran oleh siswa pada siklus I adalah 77,3% meningkatan pada siklus II menjadi 92,5%. Kemampuan berpikir kritis siswa pada semua indikator pada siklus I adalah 75,8% meningkat pada siklus II menjadi 82,2%. Ketuntasan belajar klasikal hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 75,8% meningkat pada siklus II menjadi 87,9%,  hasil belajar afektif siswa pada siklus I yaitu 90,9% meningkat pada siklus II menjadi 91,9%., serta hasil belajar ranah psikomotor pada siklus I yaitu 81,8% meningkat pada siklus II menjadi 90%. Atas dasar penelitian, disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melibatkan guru biologi sebagai observer sehingga kegiatan refleksi dapat dilakukan secara maksimal.