SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang

Zosha Afriani

Abstrak


ABSTRAK

 

Afriani, Zosha. 2018. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains dan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMAN 9 Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si., (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.

 

Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Literasi Sains, dan Berpikir Kritis

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMAN 9 Malang pada materi sistem respirasi dan sistem ekskresi melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah riil sebagai konteks siswa dalam belajar tentang berpikir kritis, ketrampilan pemecahan masalah, serta memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi pembelajaran. Penerapan model ini mampu meningkatkan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis siswa. Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains untuk mengidentifikasi masalah dan membuat kesimpulan berdasarkan bukti yang berasal dari alam melalui aktivitas manusia sedangkan berpikir kritis merupakan kemampuan pemahaman yang lebih mendalam yang dimiliki oleh siswa yang dalam mencapainya melalui proses menganalisis, menguji dan mengevaluasi argument dari setiap informasi yang diterima oleh siswa.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA F SMAN 9 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 32 siswa. Penelitan ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei. Pengumpulan data dilakukan melalui interview partisipan yaitu mewawancarai guru mata pelajaran biologi untuk mencari masalah yang terjadi di dalam kelas, observasi yang dilakukan oleh observer untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran model problem based learning, dan tes  yang dilaksanakan pada tahap akhir siklus untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis siswa. Kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini apabila terjadi peningkatan keterlaksanaan, literasi sains siswa dan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian, proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Hal ini terbukti dengan keterlaksanaan model Problem Based Learning mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 88,8% ke siklus II sebesar 92,5%. Begitu pula dengan peningkatan kemampuan literasi sains siswa sebesar 66,1% pada siklus I menjadi 83,2% pada siklus II juga peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 63,4% pada siklus I menjadi 83,2% pada siklus II.