SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PERTUMBUHAN Artemia salina AKIBAT PEMBERIAN VARIASI DOSIS PAKAN CAMPURAN TEPUNG KEPALA UDANG VANNAME (Litopenaesus vannamei) DAN TEPUNG KEDELAI HITAM (Glycine max L.) VARIETAS MALIKA

OLIVIA YUNITA

Abstrak


ABSTRAK

 

Kegiatan pembenihan udang tidak terlepas dari ketersediaan benur yang berkualitas. Ketersediaan pakan alami diperlukan  untuk mendapatkan benur yang berkualitas.. Pakan alami yang biasa diberikan untuk budidaya udang adalah Artemia. A. salina merupakan pakan alami yang banyak digunakan pada budidaya pembenihan udang karena banyak mengandung nutrisi terutama protein dan asam amino. A. salina digunakan sebagai pakan alami karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi diantaranya kandungan protein kasar sebesar 50,76% dari berat kering, lemak 4,8%, karbohidrat 15,4%, air 10,3%, dan abu 11,2%. A. salina merupakan produk impor yang memiliki harga mahal. Seiring dengan berkembangnya budidaya pembenihan udang, permintaan kista A. salina semakin meningkat. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi permintaan yang semakin meningkat perlu adanya pengembangan budidaya A. salina terutama pada pemberian pakan.

Sumber protein hewani yang dapat digunakan sebagai pakan adalah tepung kepala udang, karena kepala udang mengandung protein sebesar 42,16% sampai 49,8%. Selain protein hewani, protein nabati seperti tepung kedelai hitam juga diperlukan dalam budidaya A. salina karena harganya yang relatif murah dan kandungan proteinnya tinggi. Kedelai hitam memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi terutama protein (33,94%) dan karbohidrat (40,90%) jika dibandingkan dengan protein nabati lainnya. Pemberian pakan campuran tepung kepala udang dan tepung kedelai hitam didasarkan pada kandungan protein yang tinggi dari kedua bahan tersebut, sehingga apabila digabungkan akan menghasilkan komposisi nutrien yang baik untuk pertumbuhan A. salina.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017- Mei 2018. Kegiatan penelitian berupa percobaan di laboratorium yang terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pendahuluan dan utama. Tahap penelitian pendahuluan bertujuan untuk mengetahui variasi dosis pakan yang akan diberikan pada A. salina. Tahap penelitian utama bertujuan untuk mengetahui perbedaan panjang tubuh dan jumlah A. salina yang menetas akibat pemberian variasi dosis pakan campuran tepung kepala udang vaname (Litopenaesus vannamei) dan tepung kedelai hitam (Glycine max L.) varietas malika.

Perlakuan pemberian pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,015 g, 0,030 g, 0,045 g, dan 0,060 g. Parameter yang diujikan dalam penelitian ini adalah panjang tubuh dan jumlah A. salina. Pengambilan data dilakukan secara acak selama 22 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Anava dan uji lanjut Duncan.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian campuran pakan tepung kepala udang dan tepung kedelai hitam pada A. salina menunjukkan hasil analisis beda nyata (p < 0,05) terhadap panjang A. salina pada hari ke- 12, 14, 16, 18, 20, dan 22. Kandungan protein dalam campuran pakan tepung kepala udang dan tepung kedelai hitam merupakan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan panjang A. salina. Perlakuan dosis pakan 0,060 g memiliki rerata panjang yang lebih besar daripada perlakuan dosis 0,015 g, 0,030 g, dan 0,045 g. Tingkat pertumbuhan panjang yang berbeda-beda diantara perlakuan diakibatkan oleh kandungan protein dalam pakan, dimana semakin besar protein yang terkandung maka tingkat pertumbuhannya semakin tinggi. Hasil uji lanjut Duncan pertumbuhan A. salina masing-masing dosis pakan terhadap waktu pengamatan menunjukkan bahwa pada hari ke- 2, 4, 6, dan 8 terdapat beda nyata, sedangkan pada hari ke 10 sampai 22 tidak berbeda nyata. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu fase pertumbuhan eksponensial, kompetisi dalam memperoleh makanan, tidak dilakukan adanya penambahan pakan, dan adanya persaingan untuk mendapatkan ruang gerak.

Pada penelitian uji beda dosis pakan terhadap pertumbuhan jumlah A. salina menunjukkan hasil Anava terdapat beda nyata (p < 0,05) pada hari ke- 4, 6, 8, dan 10. Perbedaan jumlah A. salina dipengaruhi adanya kandungan protein pada perlakuan variasi dosis pakan yang diberikan. Perlakuan dosis pakan 0,015 g memberikan pertumbuhan jumlah A. salina terbanyak. Berdasarkan hasil uji lanjut Duncan pada pertumbuhan jumlah A. salina dapat diketahui bahwa perlakuan dosis pakan 0,015 g berbeda nyata (p