SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Karakter Siswa Kelas XI IPA SMAN 10 Malang

Ratna Nusantari

Abstrak


ABSTRAK

 

Nusantari, Ratna. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Karakter Siswa Kelas XI IPA SMAN 10 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.

 

Kata Kunci: Karakter siswa, kemampuan berpikir kritis, pembelajaran biologi, Problem Based Learning.

Kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini menerapkan Kurikulum 2013 yang disiapkan untuk mencetak generasi yang siap dalam menghadapi masa depan. Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 bukan lagi pembelajaran yang berpusat pada guru melainkan berpusat pada siswa. Pembelajaran Biologi merupakan pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran biologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti ditemukan beberapa masalah yakni siswa cenderung pasif di kelas, siswa harus diberi stimulus oleh guru terlebih dahulu.

Hasil penyebaran angket analisis kebutuhan siswa menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa masih kurang maksimal. Berdasarkan hasil analisis angket, kemauan siswa untuk mengevaluasi proses pemecahan masalah masih tergolong rendah yaitu hanya 29% siswa yang dapat mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pemberian penjelasan sederhana yang merupakan salah satu indikator berpikir kritis juga masih kurang maksimal, 85% siswa belum menyebutkan permasalahan utama dari fenomena yang disajikan dalam angket secara jelas atau belum terfokuskan. Karakter siswa berupa sikap spiritual, jujur, disiplin, tanggungjawab, dan rasa ingin tahu juga masih kurang. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa 55% karakter tersebut masih kurang maksimal. Mengacu pada permasalahan tersebut agar memenuhi tujuan dari Kurikulum 2013, maka dilakukan penelitian tindakan kelas menggunakanmodel pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa.

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SMA Negeri 10 Malang, kelas  XII MIPA C sebanyak 36 orang siswa pada mata pelajaran Biologi selama 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, refleksi. Penelitian ini mengukur kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa meliputi aspek sikap spiritual, jujur, disiplin, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Teknik non tes dilakukan dengan observasi keterlaksanaan pembelajaran, observasi karakter siswa, dan kuesioner sikap spiritual.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning oleh guru pada siklus I hingga siklus II adalah 88,25% dan 100% dengan kriteria sangat baik. Keterlaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning oleh siswa pada siklus I hingga siklus II adalah 79,2% dengan kriteria baik dan 98,95% dengan kriteria sangat baik. Kemampuan berpikir kritis dengan rerata indikator yang diukur mengalami peningkatan sebesar 7,5% dari 77,3% pada siklus I menjadi 84,8% pada siklus II.  

Hasil analisis gain score untuk pre test dan post test pada siklus I menunjukkan skala 0,5 dengan kriteria penilaian keefektifan sedang mengalami peningkatan pada siklus II dengan skala 0,7 yang tergolong dalam kriteria penilaian keefektifan tinggi. Karakter siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I hingga siklus II. Aspek jujur meningkat 11,7% dari 68,7% menjadi 80,4%. Aspek disiplin meningkat 13,3% dari 68% menjadi 81,3%. Aspek tanggungjawab meningkat 10,8% dari 71,5% menjadi 82,3%. Aspek rasa ingin tahu meningkat 18,8% dari 61,7% menjadi 80,5%. Aspek spiritual meningkat 11% dari 75% menjadi 86%.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian lain sebagai berikut. (1) Diperlukan pembiasaan pada siswa untuk melakukan penjelasan lanjut mengenai asumsi asumsi pada suatu masalah, karena siswa terkadang masih kurang baik dalam memberikan sebuah asumsi. (2) Diperlukan waktu yang cukup lama untuk melihat perubahan karakter siswa, karena karakter dilatih melalui proses pembiasaan. (3) Kontrol dan monitoring yang baik dari guru sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian agar semua siswa dapat fokus saat proses belajar mengajar.