SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Web untuk Mengatasi Miskonsepsi Sistem Koordinasi Siswa Kelas XI di MAN Kota Batu

Vindy Aprilia Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, VindyAprilia. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Web untuk Mengatasi Miskonsepsi Sistem Koordinasi Siswa kelas XI di MAN Kota Batu. Skripsi , Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.HadiSuwono, M.Si., (II) Dr. Sueb, M.Kes.

 

Kata Kunci:multimedia interaktifberbasisweb, miskonsepsisistemkoordinasi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsep yang dimiliki oleh siswa berbeda dengan konsep para ahli. Ketika siswa datang ke kelas dengan membawa konsep yang berbeda dengan konsep ilmiah. Hal semacam itu umumnya disebut dengan alternative conceptions atau misconceptions. Hasil studi pendahuluan menggunakan soal three tier pada 27 siswa kelas XII MAN Kota Batu. Hasil menunjukkan bahwa masih banyak ditemukan miskonsepsi pada materi sistem koordinasi yaitu sebesar 43%, false positif 6%, false negatif 8%, tidak tahu konsep sebanyak 16% dan menebak 1,5% sedangkan yang benar-benar menguasai konsep hanya 25%. Hal tersebut menandakan bahwa materi yang mereka terima di kelas XI khususnya sistem koordinasi belum dipahami secara maksimal. Hambatan yang dialami siswa dalam memahami materi dikarenakan terbatasnya media yang digunakan. Penelitian pengembangan telah banyak yang mengembangkan multimedia interaktif berbasis web, namun hanya sedikit yang dapat mengatasi miskonsepsi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan multimedia interaktif yang layak, praktis, dan efektif untuk mengatasi miskonsepsi sistem koordinasi siswa kelas XI di MAN Kota Batu.

Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Menganalisis (Analyze), Merancang (Design), Mengembangkan (Develop), Mengimplementasi (Implement), dan Mengevaluasi (Evaluate). Multimedia interaktif berbasis web dinilai oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi lapangan untuk mengetahui kelayakan produk. Uji coba untuk mengetahui kepraktisan produk dilakukan dengan cara memberi angket kepada 70 siswa, sedangkan keefektifan produk multimedia dilakukan dengan memberikan soal pretest postest three tier pada tiga kelas XI IPA MAN Kota Batu yang telah menerapkan penggunaan multimedia, yaitu kelas MMI+NHT (Pembelajaran multimedia interaktif dengan menerapkan model pembelajaran NHT), kelas BM (Multimedia interaktif digunakan untuk belajar mandiri), dan kelas Konvensional (Pembelajaran konvensional tanpa pemberian multimedia interaktif). Analisis data validitas dan kepraktisan produk dilakukan menggunakan rumus persentase, sedangkan analisis uji keefektifan dilakukan menggunakan rumus persentase kategori jawaban three tier siswa dan uji statistik anakova.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor pretest dan postest miskonsepsi pada tiga kelas. Berdasarkan hasil persentase kategori jawaban three tier siswa diperoleh hasil bahwa peningkatan menguasai konsep terbesar terjadi pada kelas MMI+NHT yaitu sebesar 40%, pada kelas BM sebesar 32%, sedangkan pada kelas konvensional sebesar 12%. Penurunan tingkat miskonsepsi terbesar terjadi pada kelas dengan perlakuan MMI+NHT yaitu sebesar 28%,  pada kelas BM sebesar 23% sedangkan kelas konvensional sebesar 6%. Pada kategori tidak memahami konsep penurunan persentase terbesar terjadi pada kelas MMI+NHT yaitu sebesar 3.8%, pada kelas BM sebesar 2.9%, sedangkan pada kelas Konvensional sebesar 2.8%.

Hasil uji anakova juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor miskonsepsi sistem koordinasi dengan menggunakan variasi penerapan multimedia interaktif berbasis web. Perbedaan hasil analisis terlihat bahwa rerata terkoreksi postest miskonsepsi sistem koordinasi kelas MMI+NHT lebih rendah dari pada kelas BM dan kelas konvensional yaitu sebesar 15,61, sedangkan rerata terkoreksi postest miskonsepsi sistem koordinasi kelas BM lebih rendah dari pada kelas kovensional yaitu sebesar 22,01 dan kelas konvensional memiliki rerata terkoreksi paling tinggi yaitu sebesar 42,93. Jadi, dapat disimpulkan bahwa skor terendah pretest dan postest miskonsepsi diperoleh dari penerapan MMI+NHT.

Berdasarkan hasil persentase dan perbandingan uji anakova dapat menunjukkan bahwa tingkat miskonsepsi terendah diperoleh dari penerapan MMI+NHT dengan kata lain, multimedia interaktif lebih efektif  mengatasi miskonsepsi jika digunakan selama pembelajaran di kelas,  namun multimedia interaktif berbasis web juga efektif  jika digunakan siswa untuk belajar mandiri. Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa yang dibelajarkan atau belajar menggunakan multimedia interaktif berbasis web dapat mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan penguasaan konsep pada materi sistem koordinasi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Simpulan penelitian ini multimedia interaktif berbasis web yang dikembangkan layak, praktis, dan efektis untuk mengatasi sistem koordinasi kelas XI di MAN Kota Batu.