SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Anting-anting (Acalypha indica L.) terhadap Aeromonas hydrophila yang Menginfeksi Ikan Lele (Clarias sp.)

Atika Dewi Evitasari

Abstrak


Aeromonas hydrophila termasuk bakteri Gram-negatif penyebab  infeksi pada ikan lele, yang merupakan penyakit motile aeromonas septicaemia (MAS), hemorragic septicaemia, ulcer disease atau red-sore disease. Pengobatan infeksi bakteri menggunakan antibiotik dapat menyebabkan resistensi terhadap mikroba. Alternatif  pengobatan dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa bioaktif. Daun anting-anting (Acalypha indicaL.)mempunyai kandungan senyawa bioaktifyang berpotensi sebagai antibakteri.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak etanol daunanting-anting (Acalypha indica L.), dan menemukan konsentrasi ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.) yang paling efektif dalam menghambat dan membunuh bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro.

Penelitian ini termasuk  jenis penelitian deskriptif dan eksperimental secara in vitro. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 kontrol dan 5 perlakuan yang terdiri dari berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.), yaitu 100 μl/mL, 200 μl/mL, 300 μl/mL, 400 μl/mL, dan 500 μl/mL, diencerakn dengan pelarut Tryptic Soy Broth (TSB), dan masing-masing dilakukan 4 kali ulangan. Kontrol terdiri dari kontrol positif menggunakan tetracycline(30 μg/mL) dan kontrol negatif menggunakan pelarut TSB tanpa diberi ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.). Metode yang digunakan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) menggunakan metode dilusi. Kekeruhan suspensi bakteri disetarakan dengan larutan Mc Farland 0,5 sebelum perlakuan. Parameter yang diamati untuk mengetahui KHM ditunjukkan pada tabung dengan konsentrasi terendah yang tidak menunjukkan kekeruhan. KBM ditentukan dengan jumlah sel bakteri yang tumbuh pada media Tryptic Soy Agar(TSA)< 0,1% dari konsentrasi suspensi pada kontrol negatif (5 x 105 CFU/mL). Data penelitian dianalisis menggunakan statistik non parametrik Krusskal Wallis dan uji lanjut dengan Mann-Whitney, selanjutnya dilakukan uji regresi linier.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak etanol daun Acalypha indica (L.) diantaranya flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin. KHM tidak terdeteksi karena kekeruhan pada setiap konsentrasi tidak dapat diamati, disebabkan larutan medium TSB yang telah berisi ekstrak berwarna gelap. Konsentrasi ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.)yang paling efektif dalam menghambat dan membunuh bakteri Aeromonas hydrophila pada konsentrasi 400 μl/mL, dengan jumlah sel bakteri yang tumbuh kurang dari 0,1% konsentrasi suspensi pada kontrol negatif.