SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kualitas Nata dari Kulit Melon dengan Perbedaan Varietas Melon (Cucumis melo L.) dan Macam Gula Berdasarkan Tebal, Berat dan Kadar Serat

Lely Hermawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Hermawati, Lely. 2018. Kualitas Nata dari Kulit Melon dengan Perbedaan Varietas Melon (Cucumis melo L.) dan Macam Gula Berdasarkan Tebal, Berat dan Kadar Serat. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (2) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.

 

Kata Kunci: kulit melon, nata dari kulit melon, kualitas nata.

Jumlah produksi buah melon mengalami peningkatan dari tahun 2006-2014. Peningkatan buah melon dikarenakan banyaknya masyarakat yang menyukai buah melon. Biasanya buah melon dikonsumsi secara segar maupun dalam bentuk olahan dan seringkali menimbulkan limbah yaitu kulit melon. Seiring dengan tingginya pemanfaatan buah melon maka semakin tinggi pula limbah kulit melon yang dihasilkan. Salah satu cara pemanfaatan kulit buah melon yaitu dengan menggunakannya sebagai bahan pembuatan nata. Hal tersebut sebagai bentuk mengurangi limbah dan sebagai diversifikasi pangan.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh varietas melon terhadap kualitas nata berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata dari kulit melon.  (2) mengetahui pengaruh macam gula terhadap kualitas nata berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata dari kulit melon. (3) mengetahui pengaruh varietas melon dan macam gula terhadap kualitas nata berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata dari kulit melon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Langkap (RAL). Desain faktorial dalam penelitian ini terdiri dari dua faktor, yaitu varietas melon: varietas melon Kanaya dan varietas melon Indorif, serta tiga macam gula: gula aren, gula siwalan, dan gula tebu.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak ada pengaruh varietas melon terhadap kualitas nata berdasarkan tebal, berat dan kadar serat, yang berarti kulit melon dari kedua varietas tersebut sama baik jika dimanfaatkan sebagai nata. (2) Tidak ada pengaruh macam gula terhadap tebal nata. Apabila tujuan perlakuan  untuk mendapatkan tebal nata yang optimal maka dapat memilih diantara ketiga macam gula tersebut. Macam gula berpengaruh sangat signifikan terhadap kualitas nata berdasarkan berat dan kadar serat nata dari kulit melon. Gula aren menghasilkan berat dan kadar serat nata dalam nata yang tertinggi dibandingkan dengan dua macam gula lainnya. (3) tidak ada pengaruh interaksi varietas melon dan macam gula terhadap tebal dan berat. Interaksi antara varietas melon dan macam gula berpengaruh signifikan terhadap kadar serat lapisan nata.  Interaksi perlakuan antara varietas melon dan macam gula yang menunjukkan hasil terbaik berdasarkan kadar serat nata yaitu nata dari kulit melon varietas Kanaya dengan penambahan gula aren.