SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN ASESMEN OTENTIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI MAN 3 BLITAR

Amien Fadli

Abstrak


ABSTRAK

 

Fadli, Amien. 2018. Pengembangan Asesmen Otentik dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Materi Sistem Ekskresi Untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI MAN 3 Blitar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (II) Dra. Amy Tenzer, M.S

 

Kata kunci: Asesmen otentik, inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir kritis,

Pengembangan asesmen otentik dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing materi sistem ekskresi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI MAN 3 Blitar dilakukan karena kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI MAN 3 Blitar belum sepenuhnya berkembang dan belum tersedianya asesmen otentik dalam model inkuiri terbimbing yang mampu untuk mengukur kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen asesmen otentik dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing materi sistem ekskresi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa siswa kelas XI MIPA MAN 3 Blitar yang teruji validitas, reliabilitas, kepraktisan dan keefektifannya.

Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D karya Thiagarajan yang meliputi tahap define, design, develop, dan disemination. Teknik    pengumpulan    data    dalam    penelitian    ini    yaitu menggunakan teknik observasi, angket/kuesioner , dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan instrumen asesmen otentik yang dilengkapi dengan RPP dan LKS. Data  yang didapat berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil validasi oleh ahli, respon pengguna, dan hasil belajar siswa yang diukur menggunakan asesmen otentik, sedangkan data kualitatif berupa saran serta masukan dari validator dan pengguna.

Hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen penilaian keterampilan diskusi-presentasi, keterampilan praktikum dan laporan praktikum masuk dalam kualifikasi sangat valid dengan skor 97,5%. Instrumen penilaian sikap dan diri sendiri masuk dalam kualifikasi sangat valid dengan skor 95%, sedangkan soal uraian berbasis kemampuan berpikir kritis masuk dalam kualifikasi valid dengan skor 96,4%. RPP masuk dalam kualifikasi sangat valid dengan skor 95,5%,. LKS masuk dalam kualifikasi valid dengan skor 99,2%.

Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki validitas dan reliabilitas yang teruji. Instrumen penilaian diskusi dan presentasi, keterampilan praktikum, laporan praktikum, penilaian sikap oleh guru dan teman sebaya serta soal uraian memiliki kualifikasi kepraktisan sangat praktis. Instrumen penilaian diri sendiri memiliki kualifikasi kepraktisan pada kategori praktis. Ujicoba produk juga menunjukkan RPP dan LKS memiliki kualifikasi sangat praktis. Rerata hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan sebesar 79,2 menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam berpikir kritis masuk dalam kategori baik, sehingga soal uraian masuk dalam kategori efektif. Ketuntasan belajar klasikal pada ranah keterampilan sebesar 100% dan pada ranah sikap sebesar 99,03%, sehingga instrumen penilaian keterampilan dan sikap  masuk dalam kategori efektif. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah asesmen otentik yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa dan teruji dalam validitas, reliabilitas, kepraktisan dan keefektifannya.