SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

struktur dan komposisi komunitas gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Tamban Desa Tambakrejo Kec. Sumbermanjingwetan Kab. Malang

AGUSTINA IKAWATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Ikawati. 2016. Struktur dan Komposisi Komunitas Gastropoda Di Hutan Mangrove Pantai Tamban Desa Tambakrejo Kec. Sumbermanjingwetan, Kab. Malang. Skripsi.Jurusan Biologi. Program Sarjana UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (1). Dr. Ibrohim, M.Si., (2). Drs. Agus Dharmawan, M.Si.

 

Keyword : Hutan Mangrove PantaiTamban, Struktur, Komposisi, Komunitas, Gastropoda

Gastropoda merupakan salah satu hewan invertebrata yang mampu bertahan hidup pada lingkungan yang ekstrim, karena  kemampuannya dalam mengakumulasi senyawa-senyawa polutan yang ada di ekosistemnya sebagai akibat dari aktifitas penduduk di sekitar Hutan Mangrove Pantai Tamban, keberadaan Gastropoda dapat menunjukkan kondisi ekosistem Hutan Mangrove Pantai Tamban dilihat dari struktur dan komposisi komunitasnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui jenis Gastropoda yang ditemukan di Hutan Mangrove PantaiTamban, (2) Mengetahui struktur komunitas dari Gastropoda penyusun ekosistem Hutan Mangrove Pantai Tamban, (3) Mengetahui komposisi Gastropoda penyusun Hutan Mangrove PantaiTamban, (4) Mengetahui pengaruh lingkungan terhadap keanekaragaman jenis Gastropoda yang ditemukan di Hutan Mangrove Pantai Tamban.

Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengungkapkan struktur dan komposisi Gastropoda. Pada penelitian ini data berupa sampel spesies Gastropoda dan nilai factor abiotik yang ditemukan dan diukur di Hutan Mangrove PantaiTamban yang dilakukan pada saat air mulai surut hingga menjelang pasang. Pengambilan sampel Gastropoda beserta factor abiotik dilakukan menggunakan 10 plot dengan 11 jalur. Pengambilan sampel Gastropoda dilakukan dengan menempatkan 110 kuadran berukuran 5x5 m. Untuk mengetahui struktur dan komposisi Gastropoda dilakukan analisis tingkat keanekaragaman, keseragaman, dominansi, Indeks Nilai Penting, kepadatan, kemelimpahan dan kehadiran. Pengukuran faktor abiotik berupa DO, pH, Salinitas dan Suhu Tanah. Penentuan faktor abiotik berpatokan pada Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup (KKLH) No. 54 Tahun 2004. Identifikasi Gastropoda dilakukan di Laboratorium Ekologi Universitas Negeri Malang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan komposisi komunitas Gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Tamban terdiri dari 3 famili (Littorinidae, Ellobidae dan Potamididae), 4 genus (Littoraria, Cassidula, Cerithidea dan Terebralia) dan 14 spesies. Struktur Gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Tamban didominasi oleh Terebralia sulcata, spesies ini berasal dari family Potamididae, family ini merupakan penghuni asli hutan mangrove .Terebralia sulcata juga berperan penting sebagai penyusun ekosistem mangrove Pantai Tamban, hal ini dibuktikan dengan Indeks Nilai Penting Gastropoda spesies ini menduduki peringkat pertama. Komposisi komunitas Gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Tamban menunjukkan bahwa keanekaragaman cenderung rendah, akan tetapi memiliki jumlah individu yang melimpah, hal ini menunjukkan bahwa hutan Mangrove Pantai Tamban memiliki kondisi ekosistem yang baik. Perlu adanya penelitian lanjutan yang mengkaji mangrove di area ini untuk memberikan wawasan kepada para penduduk tentang pentingnya mangrove di pesisir.