SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Tumbuhan di SMA Islam Hasyim Asy'ari Batu dengan Memanfaatkan Arboretum di Sumber Brantas Kota Batu Jawa Timur sebagai Sumber Belajar

Dewi Nur Arasy

Abstrak


ABSTRAK

 

Arasy, Dewi Nur. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Tumbuhan di SMA Islam Hasyim Asy’ari Batu dengan Memanfaatkan Arboretum di Sumber Brantas Kota Batu Jawa Timur sebagai Sumber Belajar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd., (II) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si.

 

Kata Kunci: Pengembangan, perangkat pembelajaran, materi tumbuhan, Arboretum Sumber Brantas Batu

Arboretum Sumber Brantas merupakan kawasan konservasi di Kota Batu yang dikembangkan sebagai tempat wisata edukatif. Arboretum memiliki potensi keanekaragaman tumbuhan yang tinggi meliputi tumbuhan lumut, paku, dan berbiji. Arboretum dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi materi tumbuhan. SMA Islam Hasyim Asy’ari Batu sebagai salah satu sekolah terdekat dengan Arboretum belum mengembangkan pembelajaran biologi materi tumbuhan dengan memanfaatkan tempat wisata tersebut sebagai sumber belajar. Pembelajaran materi tumbuhan di SMA Islam Hasyim Asy’ari belum menggunakan media realia yang mampu mengakomodasi pencapaian kompetensi. Pembelajaran dengan memanfaatkan tumbuhan yang tersedia di Arboretum Sumber Brantas sebagai sumber belajar dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan melalui pengalaman langsung. Penelitian Martiana (2014), kegiatan pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar tempat wisata membuat siswa antusias, mudah memahami materi, dan pembelajarannya lebih menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran materi tumbuhan dengan memanfaatkan Arboretum Sumber Brantas sebagai sumber belajar yang valid dan praktis.

Model penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan 4-D oleh Thiagaradjan (1974) dengan dibatasi pada tahap develop. Data terdiri atas data kuantitatif berupa skor validasi serta kepraktisan dan data kualitatif berupa saran/kritik dari validator. Pada tahap develop, tingkat kevalidan produk diketahui melalui uji validasi yang dilakukan oleh validator ahli perangkat, ahli materi, dan praktisi lapangan, sedangkan kepraktisan produk diketahui melalui uji kepraktisan yang dilakukan oleh siswa kelas X IPA SMA Islam Hasyim Asy’ari, Batu.

Hasil analisis data menunjukkan rerata persentase hasil uji kevalidan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, instrumen penilaian, LKS, handout, gambaran lokasi, dan panduan kunjungan secara keseluruhan sebesar 96,85% yang memenuhi kriteria valid namun dengan beberapa revisi sesuai saran/kritik oleh validator. Rerata persentase hasil uji kepraktisan perangkat pembelajaran berupa LKS, handout, gambaran lokasi, dan tes tulis (bagian dari instrumen penilaian) secara keseluruhan sebesar 88,12% yang memenuhi kriteria sangat praktis. Sesuai dengan hasil uji kevalidan dan uji kepraktisan diperoleh kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran biologi materi tumbuhan kelas X SMA. Saran pengembangan lebih lanjut yaitu perlu dilakukan penerapan perangkat pembelajaran secara real untuk mengetahui tingkat kefektifannya.