SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Flash pada Materi Protista Kelas X MA Bilingual Batu

Rizki Putri Ramadani

Abstrak


ABSTRAK

 

Ramadani, Rizki Putri. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Flash pada Materi Protista Kelas X MA Bilingual Batu. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si

 

Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Materi Protista, ADDIE

Hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti diketahui, bahwa siswa 91% siswa kelas X MIA 2 Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Batu mengalami kesulitan memahami materi Protista. Orientasi pembelajaran di kelas saat materi Protista hanya menggunakan media gambar dan belum pernah dilakukan pengamatan Protista, karena alat-alat laboratorium kurang memadai. Berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) 3.5 yaitu Mengidentifikasi ciri-ciri filum dalam Kingdom Protista dan perannya bagi kehidupan berdasarkan pengamatan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini, yaitu mengembangkan multimedia interaktif dan materi yang valid, praktis, efektif, serta mengimplementasikan multimedia interaktif dalam pembelajaran, supaya siswa mudah memahami materi Protista dan tujuan pembelajaran tercapai. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu Analiyze, Design, Develop, Implement, Evaluate. Multimedia interaktif divalidasi secara internal dan eksternal. Secara internal, multimedia interaktif divalidasi oleh dosen pembimbing I dan II, sedangkan secara eksternal divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan. Hasil validasi kelayakan multimedia interaktif ahli materi sebesar 95,71%, ahli media sebesar 91,82%, dan praktisi lapangan sebesar 93,33%, sehingga multimedia interaktif dinyatakan layak. Angket respon siswa terhadap multimedia interaktif diperoleh tingkat kepraktisan sebesar 83%, sehingga multimedia interaktif dinyatakan praktis. Hasil pretest sebelum ditanyangkan multimedia interaktif dan hasil posttest setelah ditayangkan multimedia interaktif mengalami peningkatan, yaitu dari 36% menjadi 88%. Hasil posttest melebihi ketuntasan klasikal minimum (≥85%), maka multimedia interaktif yang dikembangkan efektif digunakan sebagai media pembelajaran.