SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

.Virtual Screening Senyawa Aktif Bawang Tunggal (Aliumsativum) sebagai Kandidat Obat untuk Menghambat Biosintesis Kolesterol

alif alimah

Abstrak


ABSTRAK

 

Konsumsi makanan siap saji dengan kandungan lemak tinggi, rendah serat, dan karbohidrat tinggi menyebabkan terjadinya peningkatan kolesterol dan berakhir pada hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan peningkatan jumlah kadar kolesterol yang tinggi pada plasma darah, selain itu dapat terjadi akibat kelainan kadar lipoprotein dalam darah.Sintesis kolesterol yang tidak dapat diregulasi, menyebabkan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah.

Hiperkolesterolemia dapat dicegah dengan menghambat enzim -hydroxy-3-methylglutaryl-CoA (HMG-CoA) reduktase. Enzim HMG-CoA reduktase merupakan enzim kunci untuk biosintesis kolesterol yang mengkatalis konversi Asetil-KoA menjadi mevalonat. Pencegahan untuk mengurangi hiperkolesterolemia, memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan alternatif sebagai pengganti obat kimia penurun kolesterol dari bahan herbal. Salah satu tanaman herbal yang memungkinkan sebagai kandidat agen penurun kolesterol adalah bawang putih tunggal.

Bawang putih (Allium sativum) adalah suatu umbi yang termasuk dalam famili Liliaceae dan anggota dari genus Allium yang mengandung senyawa organo-sulfur, beberapa diantaranya adalah allicin, alliin, E- dan Z-ajoene. Bawang putih tunggal mempunyai kandungan organo-sulfur lebih tinggi daripada spesies Allium lainnya. Beberapa tahun terakhir banyak penelitian untuk mencari senyawa potensial yang akan dijadikan suatu obat. Salah satu langkah utama dalam proses penemuan obat sebagai kandidat obat sebagai terapi adalah melalui pendekatan bioinformatik dengan metode molecular docking. Pendekatan bioinformatik merupakan salah satu metode prediksi yang murah dan mudah, sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih cepat dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah mencari dan memprediksi kandungan senyawa aktif bawang putih tunggal (Alliin, allicin, E- dan Z-ajoene)terhadap enzim HMG-CoA reduktase.

Penelitian dilakukan di Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang pada bulan September sampai Desember 2017. Potensi keempat senyawa organosulfur sebagai inhibitor enzim HMG-CoA reduktase diketahui dengan menggunakan web server PASS dan melakukan virtual screening melalui metode molecular docking dan dibandingkan dengan obat kontrol, yaitu Statin. Prediksi sifat farma kokinetik dari empat senyawa bawang putih tunggal meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme, ekskresi, dan toksisitas menggunakan web server pKCSM (Predicting Small-Molecule Pharmacokinetic and Toxicity). Hasil molecular docking dianalisis perbandingan nilai afinitas pengikatan (< 0), residu asam amino yang dihubungkan dengan jenis ikatanligan-reseptor. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara membandingkan masing-masing interaksi ligan-reseptor.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat senyawa organ osulfur mampu berperan sebagai inhibitor enzim HMG-CoA reduktase. Kemampuan tersebut ditunjukkan melalui besaran nilai Probability activity (Pa), sifat farma kokinetik, dan sisi aktif pengikatan. Empat senyawa aktif bawang putih tunggal memiliki rerata nilai afinitas sebesar ± -4 kcal/mol, nilai tersebut lebih besar dari Statin (-7 kcal/mol). Interaksi ligan-reseptor dapat dilihat dari jenis ikatan antara empat senyawa aktif bawang putih tunggal dengan statin sebgai kontrol dan residu asam amino dari enzim HMG-CoA reduktase. Empat senyawa aktif bawang putih tunggal, termasuk statin memiliki ikatan hidrogen dan Pi-Alkyl, masing-masing senyawa mempunyai pengikatan dengan asam amino yang berbeda. Hasil penelitian secara keseluruhan menyatakan bahwa senyawa aktif bawang putih tunggal dapat mencegah dan mengobati secara menyeluruh untuk menghambat pembentukan kolesterol.