SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Pendekatan Inkuiri Terbimbing dan Verifikasi Bermakna terhadap Pemahaman Konseptual dan Keterampilan Proses Sains ditinjau dari Kemampuan Berpikir Ilmiah Siswa

Nurdiansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurdiansyah. 2018. Perbandingan Pendekatan Inkuiri Terbimbing dan Verifikasi Bermakna terhadap Pemahaman Konseptual dan Keterampilan Proses Sains ditinjau dari Kemampuan Berpikir Ilmiah Siswa. Tesis. Jurusan Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Srini. M. Iskandar, M.Sc., P.hD., (2) Dr. Suharti, M.Si.

 

Kata kunci : inkuiri terbimbing, verifikasi bermakna, pemahaman konseptual, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir ilmiah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan verifikasi bermakna ditinjau dari kemampuan berpikir ilmiah siswa pada materi Laju Reaksi dan untuk mengetahui interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan berpikir ilmiah terhadap pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa.

Studi ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa IPA kelas XI MAN 2 Kota Probolinggo . Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir ilmiah, diperoleh 22 pasangan siswa dengan skor KBI yang sama. Instrumen pengukuran KBI adalah Classroom Test of Scientific Reasoning (CTSR) yang dikembangkan oleh Lawson. Tes ini berbentuk pilihan ganda, terdiri dari 24 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,74. Pemahaman konsep siswa diukur menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 18 item soal yang telah dinyatakan valid. Tes ini memiliki validitas isi sebesar 95,8% dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,84. Data skor pemahaman konseptual dan keterampilan proses sains siswa memenuhi syarat analisis statistik yaitu terdistribusi normal dan homogen. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan uji statistik ANOVA dua jalur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 77% dari total 44 siswa  berada pada tingkat concret, 14% berada pada tingkat kemampuan berpikir low formal, dan 9% berada pada tingkat kemampuan berpikir upper formal; (2) pendekatan inkuiri terbimbing memberikan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan verifikasi bermakna ditinjau dari kemampuan berpikir ilmiah siswa; (3) pendekatan inkuiri terbimbing memberikan kemampuan proses sains yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan verifikasi bermakna ditinjau dari kemampuan berpikir ilmiah siswa; (4) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan berpikir ilmiah terhadap pemahaman konsep siswa (5) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan berpikir ilmiah terhadap keterampilan proses siswa.