SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Beberapa sekolah tingkat menengah atas negeri yang ada di kota Malang sudah memiliki perencaaan pembelajaran yang sangat baik namun strategi pembelajaran yang dilakukan guru belum memberdayakan keterampilan metakognitif siswa karena guru belum mengetahui

Nova Yesika Gultom

Abstrak


ABSTRAK

 

Gultom, Nova, Yesika. 2018. Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sel (KD 3.1 & 4.1) dan Bioproses dalam Sel (KD 3.2 & 4.2) Siswa Kelas XI di SMA Panjura Kota Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) SitiImroatul Maslikah, S.Si.,M.Si.

 

Kata kunci: instrumenpenilaian, biologi SMA, kompetensidasar 3.1, 4.1, 3.2 dan 4.2, kelas XI.

Penilaian pada Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengukur pencapaian indikator pada siswa. Indikator dirumuskan dari kompetensi dasar, oleh sebab itu soal harus mengacu kepada indikator kompetensi. Hasil wawancara dengan guru biologi di SMA Panjura kota Malang, menunjukkan bahwa guru biologi di SMA tersebut jarang melakukan validasi atau analisis butir soal pada soal yang akan diujikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan instrumen penilaian berupa soal pilihan ganda jawaban tunggal sebanyak 30 soal dan asesmen kinerja meliputi asesmen penggunaan mikroskop dan kinerja praktikum yang telah melalui tahap validasi. Instrumen pengumpulan data kualitatif menggunakan lembar validasi, baik untuk validator ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan, sedangkan untuk pengumpulan data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis ITEMAN jawaban siswa dalam pengerjaan soal pilihan ganda jawaban tunggal. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Branch (2009) yang terdiri dari 5 tahap yaitu (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, dan (5) Evaluate. Uji coba produk dilakukan di SMA Panjura Kota Malang sebanyak dua kali, yaitu uji coba kelompok kecil dilakukan pada 12 siswa dan uji coba kelompok besar dilakukan pada 39 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis validitas logis untuk validitas konstruk diperoleh hasil yaitu soal sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sedangkan validitas isi diperoleh hasil soal sesuai dengan materi. Validitas empiris diperoleh hasil tingkat kesukaran soal mudah 26,67%, soal sedang 40%, dan soal sukar 33.33%. Daya beda jelek 10%, cukup 40%, baik 46,67%, baik sekali 3,33%. Reliabilitas 0,668 artinya instrumen mempunyai tingkat reliabilitas tinggi. Untuk analisis pengecoh berfungsi sebesar 100%. Saran yang diberikan yaitu kepada pengguna instrumen (guru) melakukan validasi logis, dapat dilakukan dengan sesama teman sejawat yang mengajar mata pelajaran yang sama (Biologi) atau MGMP, sedangkan untuk validasi empirik sebaiknya dilakukan setelah ujian selesai meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan analisis pengecoh, selain itu sebaiknya responden yang digunakan lebih banyak agar diperoleh hasil validasi empiris yang baik sehingga diperoleh soal yang valid dan soal dapat digunakan untuk skala yang lebih luas.

 

ABSTRACT

 

Gultom, Nova Yesika. 2018. The development of Assessment Instrument of Cell(KD 3.1 & 4.1) and Bioprocess in Cell (KD 3.2 & 4.2) in Grade 11th SMA  Panjura Kota Malang. Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) SitiImroatulMaslikah, S.Si.,M.Si.

 

Keys: Assessment instruments, High School biology, Basic competencies: 3.1. 4.1., 3.2 and 4.2., 11th grade.

The aim of assessment in Curriculum 2013 isto measure the achievement of indicators on students. Indicators are formulated from basic competencies. Therefore, the question should refer to the competency indicator. The result of interviews with biology teachers in SMA Panjura Malang showed that teachers rarely did validation or analysis of the items that will be tested to students. The purposes of this study are to develop assessment instruments in the form of 30 multiple choice questions with single answer and performance assessments instrument included microscope usage assessment and practice performance that has passed the validation stage. The qualitative data instruments areobtained from validation sheets byassessment expert validators, material expert, and field expert. Whereas for the quantitative data instruments are obtained from the result of ITEMAN analysis from the student answers in the answer sheet of multiple choice questions with single answers.Theresearch and development model using in this research isADDIE development model that was developed by Branch (2009). This model consisting of 5 stages: (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, and (5) Evaluate. The product trial are conducted twice in SMA Panjura Malang, that are small group trial conducted to 12 students and large group trial conducted to 39 students.

The research results showed that (1) logic validity analysis for construct validity is in accordance with the purpose of learning and content validity analysis from questions are in accordance with the material, (2) empirical validity is obtained that the result of material difficulty level is 26.67% easy, 40%medium, and 33.33% difficult.The differentation level is 10% different, 40% enough, 46.67% good, 3.33%very good. The reliability value is 0.668 means the instrument has a high degree of reliability. For the effectiveness of the distractor shows 100% effective. The advice given to instrument users (teachers) is to perform logical validation, it can be done with other biology teachers or MGMP. Whereas for empirical validation should be done after the exam is completed including the level of difficulty, differentiation, reliability, and the effectiveness of the distractors analysis. Then, it would be better if used more respondents in order to obtain good empirical validation results so as to obtain valid questions instrumentsand it can be used for a wider scale.