SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Potensi Kawasan Hutan Bakau Cengkrong sebagai Wisata Pendidikan Berbasis Kelautan

Assayid Muhammad Annazili

Abstrak


ABSTRAK

 

Indonesia merupakan negara dengan potensi kelautan yang besardenganpotensialam yang dimilikinya. Potensi yang besar di bidang kelautan Indonesia masih tertinggal dalam pengelolaannya. Perlu adanya pengembangan di berbagai bidang,  salah satunya adalah pendidikan. Dewasa ini pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam kelas, akan tetapi juga di luar kelas, untuk meningkatkan ketertarikan pesrtadidik. Wisata pendidikan dapat menjadi media pembelajaran luar kelas yang menarik bagi siswa yang mengemas nilai pendidikan dan pariwisata. Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang gencar meningkatkan pariwisatanya, salah satu kawasan yang sedang berkembang adalah Kawasan Hutan Bakau Cengrkong. Kegiatan pariwisata sudah dilakukan di dalam kawasan tersebut dengan membawa label ekowisata, akan tetapi dalam kegiatannya belum memenuhi syarat untuk menjadi ekowisata.  Perlu adanya pemetaan potensi Kawasan Hutan Bakau Cengkrong,  dan perencanaan Kawasan Hutan Bakau Cengkrong untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata pendidikan berbasis kelautan.

Penelitian menggunakan metode campuran (mix method) yang  memadukan antara komponen kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakuakan pada kondisi bentang alam Kawasan Hutan Bakau Cengkrong,  lembaga  pengelolakawasan, lembaga yang terkait dengan kawasan,  masyarakat sekitar, dan pengunjung kawasan. Data yang  diperoleh dianalisis menggunakan analisis SWOT  untuk selanjutnya dari analisis yang  telah dilakukan diambil strategi pengembangan kawasan.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) Kawasan Hutan Bakau Cengkrong berpotensi untuk dikembangkan menjadi wisata pendidikan berbasis kelautan dengan potensi yang dimilikikawasan antara lain; adanya kekayaan biota hutan bakau, terdapat dukungan kondisi bentang alam, terdapat rintisan lembaga pengelola kawasan, dukungan masyarakat sekitar, dukungan pemerintah setempat, peluang sekolah-sekolah kejuruan berbasis kelautan yang membutuhkan media pembelajaran, dan pengunjung dari berbagai daerah. 2) Pengelolaan Kawasan Hutan Bakau Cengkrong memiliki permasalahan dengan kurang maksimalnya pengelolaan potensi kawasan, kurang siapnya sumber daya manusia yang mengelola kawasan, belum terdapat visi-misi pengembangan kawasan, fasilitas yang kurang terawat, belum memiliki izin kegiatan, belum terdapat atraksi yang mendukung untuk dijadikan wisata pendidikan berbasis kelautan, dualisme pengelolaanlahan, dan kurang puasnya pengunjung. 3) Solusi yang ditawarkan permasalahan dengan penyusunan visi-misi pengembangan, peningkatan kualitas pengelola kawasan, penyusunan rencana tata ruang kawasan, refitalisasi fasilitas, pengurusan legalitas lembaga, konsolidasi antar stakeholder¸dan pembuatan atraksi yang sesuai dengan wisata pendidikan berbasis kelautan.

Kata kunci: HutanBakau, WisataPendidikan, Kelautan, Trenggalek