SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Pretest dengan Posttest (Keterampilan Metakognitif, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Berpikir Kreatif, dan Hasil Belajar Kognitif) pada Beberapa Pembelajaran Biologi SMA di Malang

Siti Ma'rifah

Abstrak


ABSTRAK

 

Selama ini sudah banyak penelitian hubungan yang mengkaji hubungan antara variabel prediktor dengan variabel kriterium pada beberapa model pembelajaran. Selain penelitian hubungan, selama ini juga sudah banyak penelitian eksperimen yang mengkaji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan pretest dan posttest sebagai kovariat. Berkenaan dengan pretest dan posttest, saat ini belum ada kajian terkait hubungan pretest dengan posttest pada beberapa variabel (keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif) dan pada beberapa pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional).

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) hubungan pretest dengan posttest (keterampilan metakognitif) pada beberapa pembelajaran Biologi (2) hubungan pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kritis) pada beberapa pembelajaran Biologi (3) hubungan pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kreatif) pada beberapa pembelajaran Biologi (4) hubungan pretest dengan posttest (hasil belajar kognitif) pada beberapa pembelajaran Biologi.

Rancangan penelitian ini adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA di kota Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA-F4 SMAN 9 Malang sebagai perwakilan siswa dengan model pembelajaran RPQSS, kelas XI MIPA-B4 SMAN 9 Malang sebagai perwakilan siswa dengan model pembelajaran TPS, kelas XI  MIA-1 SMAN 7 Malang sebagai perwakilan siswa dengan model pembelajaran RQA, kelas XI MIA-2 SMAN 7 Malang sebagai perwakilan siswa dengan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest. Keterampilan metakognitif diukur dengan rubrik keterampilan metakognitif yang terintegrasi dengan tes essay. Keterampilan berpikir kritis diukur dengan rubrik keterampilan berpikir kritis yang terintegrasi dengan tes essay. Keterampilan berpikir kreatif diukur dengan rubrik keterampilan berpikir kreatif yang terintegrasi dengan tes essay. Hasil belajar kognitif diukur dari hasil pretest dan posttest siswa melalui tes tulis dalam bentuk soal essay. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi regresi linier sederhana dengan pretest sebagai faktor X dan posttest sebagai faktor Y.

Data yang telah dianalisis dengan menggunakan uji korelasi regeresi linier sederhana menunjukkan bahwa (1) ada hubungan antara pretest dengan posttest(keterampilan metakognitif)pada masing-masing pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional), (2) ada hubungan antara pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kritis) pada masing-masing pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional), (3) ada hubungan antara pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kreatif) pada masing-masing pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional), (4) ada hubungan antara pretest dengan posttest (hasil belajar kognitif) pada masing-masing pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional).

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti selanjutnya agar meneliti tentang hubungan antara pretest dengan posttest pada variabel yang sama atau berbeda dan dengan penerapan model pembelajaran yang sama atau yang berbeda. Perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait hubungan pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kreatif) untuk mengungkap faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya nilai sumbangan pretest dengan posttest pada model pembelajaran RPQSS, RQA dan TPS. Model pembelajaran RPQSS yang diterapkan oleh peneliti dapat dijadikan pertimbangan bagi guru sebagai upaya untuk memberdayakan keterampilan metakognitif dan keterampilan berpikir kritissiswa. Model pembelajaran RQA yang diterapkan oleh peneliti dapat dijadikan pertimbangan bagi guru sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa