SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Keterampilan Berpikir Kritis dengan Hasil Belajar Kognitif pada Beberapa Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas XI SMA di Malang

Ade Rezi Amelia

Abstrak


RINGKASAN

 

Amelia, Ade Rezi. 2018. Hubungan Antara Keterampilan Berpikir Kritis dengan Hasil Belajar Kognitif pada Beberapa Model Pembelajaran Biologi Siswa Kelas XI SMA di Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd., (II) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.

 

Kata Kunci: keterampilan berpikir kritis, hasil belajar kognitif, RQA, TPS, RPQSS.

 

Siswa pada pembelajaran abad 21 dituntut untuk memiliki keterampilan 4C yang meliputi creative thinking, critical thinking and problem solving, colaboration and leadership, and comunication yang akan berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa. Pencapaian hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran biologi dapat berbeda satu sama lain. Hal tersebut disebabkan oleh adanya beberapa variabel yang berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa, salah satunya yaitu berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis dapat diberdayakan oleh guru melalui penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Model pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini yaitu RQA, TPS, dan RPQSS. Pertimbangan penggunaan ketiga model pembelajaran tersebut dikarenakan terdapat tahap reading dan think yang dapat memfasilitasi kegiatan literasi sains. Selain itu, ketiga model pembelajaran tersebut juga mampu memberdayakan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada beberapa model pembelajaran biologi siswa kelas XI SMA di Malang, (2) mengetahui perbedaan persamaan regresi hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada beberapa model pembelajaran biologi siswa kelas XI SMA di Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional, dimana keterampilan berpikir kritis sebagai prediktor dan hasil belajar kognitif sebagai kriterium. Sampel penelitian yang digunakan ialah 33 siswa kelas XI MIPA B4 SMAN 9 Malang (Kelas TPS), 32 siswa kelas XI MIPA F4 SMAN 9 Malang (Kelas RPQSS), 35 siswa kelas XI MIA 1 SMAN 7 Malang (Kelas RQA), dan 35 siswa kelas XI MIA 2 SMAN 7 Malang (Kelas Konvensional). Keempat kelas sampel mendapatkan perlakuan yang sama yaitu mengerjakan pretest diawal penelitian dan postest diakhir penelitian. Pengumpulan data penelitian menggunakan tes yang diukur dengan rubrik untuk keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif diukur dengan non rubrik. Data dianalisis menggunakan analisis regresi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada penerapan beberapa model pembelajaran biologi. Pada kelas RQA menunjukkan nilai R= 0,728 (p < 0,05), pada kelas TPS menunjukkan nilai R= 0,829 (p < 0,05), pada kelas RPQSS menunjukkan nilai R= 0,651 (p < 0,05), dan nilai korelasi kelas konvensional sebesar (R= 0,866, p< 0,05); (2) ada perbedaan persamaan regresi keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada penerapan beberapa model pembelajaran biologi. Persamaan regresi kelas RQA yaitu y = 0,625x+22,149; persamaan regresi kelas TPS yaitu y = 0,786x+9,899; persamaan regresi kelas RPQSS yaitu y = 0,957x-5,707, dan persamaan garis regresi kelas konvensional yaitu y = 1,078x-3,676. Keterampilan berpikir kritis memberikan sumbangan sebesar 53,0% dalam menjelaskan hasil belajar kognitif pada model pembelajaran RQA, sedangkan 47,0% dijelaskan oleh faktor lain. Pada model pembelajaran TPS, keterampilan berpikir kritis memberikan sumbangan sebesar 68,7% dalam menjelaskan hasil belajar kognitif, sedangkan 31,3%  dijelaskan oleh faktor lain. Pada kelas RPQSS besarnya nilai sumbangan keterampilan berpikir kritis sebesar 42,3% terhadap hasil belajar kognitif, sedangkan 57,7% dijelaskan oleh faktor lain. Pada kelas konvensional keterampilan berpikir kritis memberikan sumbangan sebesar 74,9% dalam menjelaskan hasil belajar kognitif, sedangkan 25,1% dijelaskan oleh faktor lain.

Kesimpulan penelitian ini ialah: (1) ada hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA dalam pembelajaran biologi yang menerapkan berbagai model pembelajaran (RQA, TPS, serta RPQSS), hubungan tersebut ditunjukkan melalui besarnya nilai koefisien korelasi (R); (2) ada perbedaan persamaan regresi hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA dalam pembelajaran biologi yang menerapkan berbagai model pembelajaran (RQA, TPS, serta RPQSS). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi para pendidik untuk memperhatikan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran karena peningkatan keterampilan berpikir kritis juga berdampak pada peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Disarankan pula untuk mencoba menerapkan model pembelajaran RQA, TPS, dan RPQSS dikarenakan model pembelajaran tersebut berpotensi untuk memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa.