SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Tes Kognitif Tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) Mata Pelajaran Biologi pada Materi Sistem Gerak Manusia Kelas XI IPA SMAN 2 Karangan Trenggalek

Eka Imbia Agus Diartika

Abstrak


ABSTRAK

 

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Standar Penilaian harus disesuaikan dengan tuntutan kompetensi abad ke-21, sehingga perlu dikembangkan penilaian yang mampu mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dokumen soal materi sistem gerak manusia diketahui bahwa instrumen tes yang disusun oleh guru Biologi hanya mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) dan kemampuan berpikir tingkat menengah (MOTS).

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS materi sistem gerak manusia, (2) menguji validitas logis instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS materi sistem gerak manusia, (3) menganalisis butir soal instrumen tes kognitif tipe HOTS materi sistem gerak manusia yang telah diujicobakan terhadap siswa kelas XI IPA SMAN 2 Karangan, (4) menguji kepraktisan instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS materi sistem gerak manusia, dan (5) menguji keefektifan instrumen tes kognitif tipe HOTS.

Model pengembangan produk yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri dari 5 langkah yaitu Analysis, Design, Develop,  Implement, dan Evaluate. Produk pengembangan utama berupa instrumen tes kognitif tipe HOTS dalam bentuk soal uraian. Selain itu, dikembangkan produk pelengkap berupa RPP dan LKS. Sebelum produk diujicobakan, produk divalidasi oleh ahli asesmen, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji coba dilakukan terhadap 43 siswa kelas XI IPA di SMAN 2 Karangan.

Dalam penelitian ini, jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa skor yang diisi oleh validator pada lembar validasi instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS, skor yang diisi oleh guru dan siswa pada lembar respon pengguna instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS, skor hasil tes kognitif siswa dalam mengerjakan instrumen tes kognitif tipe HOTS, serta skor yang diisi oleh observer pada lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing. Data kualitatif berupa komentar dan saran yang diisi oleh validator pada lembar validasi instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS, komentar dan saran yang diisi oleh guru dan siswa pada lembar respon pengguna instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS, serta komentar dan saran yang diisi oleh observer pada lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.

Instrumen tes kognitif tipe HOTS divalidasi logis oleh ahli asesmen yang meliputi validitas isi dan validitas konstruk. Berdasarkan data validitas isi, 100% butir soal sudah mengacu pada materi (sangat valid). Berdasarkan data validitas konstruk, 100% butir soal sesuai dengan indikator kompetensi dan indikator HOTS (sangat valid). Selain dilakukan validasi logis terhadap instrumen tes kognitif tipe HOTS, juga dilakukan validasi kualitas soal. Hasil validasi ahli asesmen terhadap kualitas soal instrumen tes kognitif tipe HOTS diperoleh rata-rata persentase tingkat kevalidan sebesar 95,83% (sangat valid), RPP sebesar 96,67% (sangat valid), dan LKS sebesar 100% (sangat valid). Hasil validasi ahli materi terhadap instrumen tes kognitif tipe HOTS diperoleh persentase tingkat kevalidan sebesar 100% (sangat valid), RPP sebesar 92,86% (sangat valid), dan LKS sebesar 96,43% (sangat valid). Hasil validasi praktisi lapangan terhadap instrumen tes kognitif tipe HOTS diperoleh persentase tingkat kevalidan sebesar 100% (sangat valid), RPP sebesar 95% (sangat valid), dan LKS sebesar 95,45% (sangat valid).

Analisis butir soal menggunakan program Anates meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Data tingkat kesukaran menunjukkan bahwa tidak ada soal yang mudah (0%), soal sedang sejumlah 8 soal (80%), dan soal sukar sejumlah 2 soal (20%). Butir soal yang memiliki daya pembeda sedang sebanyak 7 nomor (70%). Butir soal yang memiliki daya pembeda tinggi sebanyak 3 nomor (30%). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Anates didapatkan hasil reliabilitas sebesar 0,76 yaitu tinggi.

Analisis tingkat kepraktisan instrumen tes kognitif tipe HOTS yang diberikan kepada guru diperoleh persentase sebesar 91,67% (sangat praktis) dan siswa sebesar 84,24% (sangat praktis). Analisis tingkat kepraktisan untuk RPP yang diberikan kepada guru sebesar 97,5% (sangat praktis). Analisis tingkat kepraktisan untuk LKS yang diberikan kepada guru sebesar 97,5% (sangat praktis) dan siswa sebesar 82,75% (sangat praktis).

Analisis tingkat keefektifan dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil tes kognitif dari 43 siswa. Hasil perhitungan uji keefektifan menunjukkan rata-rata skor sebesar 25,42 dari skala 54, artinya instrumen tersebut cukup efektif dalam mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Hasil tes kognitif siswa sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran. Proses pembelajaran pada penelitian ini menggunakan RPP dan LKS model inkuiri terbimbing. LKS berisi soal latihan materi sistem gerak manusia yang bermuatan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Proses pembelajaran diketahui berdasarkan lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing. Berdasarkan hasil observasi, tingkat keterlaksanaan sebesar 92,31% (sangat baik).

Kesimpulan penelitian ini adalah instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS yang dikembangkan sangat valid, sangat praktis, dan cukup efektif untuk mengukur dan melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.