SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SALEP DAUN CUCUK MANUK (Rhinacanthus nasutus L. Kurz) TERHADAP PERTUMBUHAN Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus aureus SECARA In-Vitro

Dina Aribah

Abstrak


ABSTRAK

 

Bakteri flora normal pada kulit yang dapat bersifat patogen oportunis adalah Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. National Healthcare Safety Network (NHSN) melaporkan bahwa pada sejumlah rumah sakit tahun 2009-2010, infeksi oleh bakteri S.aureus mencapai 15,6% dan P.aeruginosa 7,5%. Dibutuh-kan pengembangan antibakteri baru. Tanaman Cucuk Manuk (Rhinacanthus nasutus) berpotensi dijadikan antibakteri. Tanaman R.nasutus dianggap sebagai tanaman liar dan sudah mulai punah. Dahulu, daun tanaman ini dimanfaatkan nenek moyang sebagai obat menggunakan perasan segar, sekarang menggunakan metode ekstraksi. Salep terbuat dari ekstrak etanol daun cucuk manuk, gelatin kulit kaki ayam dan vaselin putih sebagai dasarnya. Gelatin kulit kaki ayam memiliki aktivitas antibakteri.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan hubungan variasi konsentrasi salep daun R.nasutus terhadap jumlah sel bakteri P.aeruginosa dan S.aureus, serta membandingkan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) salep pada bakteri P.aeruginosa dan S.aureus. Per-cobaan terdiri atas 7 perlakuan dan 4 ulangan: antibiotik Eritromisin 100 µg/ml (K+), salep konsentrasi 500.000 µg/ml (K1), 250.000 µg/ml (K2), 125.000 µg/ml (K3), 62.500 µg/ml (K4), 31.250 µg/ml (K5), dan 0 µg/ml (K-). Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode dilusi. KHM ditentukan dengan mengamati tingkat kekeruhan bahan uji yang diberi biakan bakteri setelah diinkubasi              1 x 24 jam. KBM ditentukan dengan menghitung jumlah sel bakteri yang tumbuh pada medium MHA setelah diinkubasi 1 x 24 jam. Data jumlah sel bakteri dianalisis dengan ANAVA dan Regresi Linier Sederhana berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan 1%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHM dan KBM salep daun R.nasutus terhadap bakteri S.aureus sebesar 62.500 µg/ml dan 125.000 µg/ml, lebih kecil dibandingkan dengan bakteri P.aeruginosa yaitu sebesar 125.000 µg/ml dan 250.000 µg/ml.Variasi konsentrasi salep daun R.nasutus berpengaruh dan memiliki hubungan terhadap jumlah sel bakteri P.aeruginosa dan S.aureus. Perlakuan konsentrasi salep 500.000 µg/ml menghasilkan rerata jumlah sel bakteri P.aeruginosa dan S.aureus yang paling sedikit, namun pada bakteri S.aureus tidak menghasilkan perbedaan yang nyata dengan perlakuan konsentrasi salep      250.000 µg/ml. Konsentrasi salep berbanding terbalik dengan pertumbuhan bakteri, semakin tinggi konsentrasi salep maka semakin sedikit jumlah sel bakteri.