SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG LARVA Tenebrio molitor L YANG TIDAK LAYAK JUAL PADA RANSUM TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA Tenebrio molitor L

Sisca Maylindasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Maylindasari, Sisca. 2017. Pengaruh Penambahan Tepung Larva Tenebrio Molitor L Yang Tidak Layak Jual Pada Ransum Terhadap Pertumbuhan Larva Tenebrio Molitor L.Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Drs.Agus Dharmawan, M.Si., (II) Agung Wiyjoro, S.Pd., M.Kes,.

 

Kata Kunci :Ransum, Pertumbuhan larva Tenebrio molitor L, FCR, efisiensi harga ransum

 

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung larva T.molitor L yang tidak layak jual pada ransum terhadap pertumbuhan larva T.molitor L meliputi panjang dan berat, serta mengetahui hasil FCR dan efisiensi harga pakan yang digunakan.

Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan (4 jenis konsentrasi ransum dan 1 kontrol) dan dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Penghitungan ransum menggunakan softwere Excel yang terdiri dari perlakuan 1 terdiri dari kombinasi tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 0%, perlakuan 2 terdiri dari kombinasi tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 10%, sedangkan perlakuan 3 terdiri dari tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 15%, perlakuan 4 terdiri dari kombinasi tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 20%, dan perlakuan 5 terdiri dari kombinasi tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 25%, yang diberikan pada larva T. molitor berumur 10 hari dan pengukuran dilakukan setiap 5 hari sekali selama 30 hari. Data yang didapatkan berupa data hasil pengukuran berat dan panjang larva T. molitor, FCR (Feed conversion Ratio) dan hasil efisiensi harga ransum. Data berat, panjang larva dan FCR dianalisis dengan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan.

Hasil penelitian menunjukkan, ransumpakan yang paling efektif menghasilkan pertumbuhan (berat dan panjang) larva T. Molitor tertinggi yaitu perlakuan pakan 3 yang hasilnya tidak berbedanyata dengan perlakuan 4 dan 5 karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Berdasarkan hasil uji lanjut, perbedaan efek pemberian ransum pakan terhadap pertumbuhan dapat dilihat secara nyata pada hari-30. Berdasarkan dari segi ekonomi hasil efisiensi harga ransum yang paling murah adalah pada perlakuan 5 dengan konsentrasi 25% yaitu seharga Rp.2.640 per Kg.