SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDI MATA PELAJARAN BIOLOGI, BESERTA KENDALA DAN SOLUSI OLEH GURU DI MAN 1 DAN MAN 3 KOTA MALANG SEMESTER GASAL DAN GENAP TAHUN AJARAN 2016/2017

Lailil Hidayah

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurikulum 2013 dalam hal membagi hasil pembelajaran merupakan sistem pembelajaran tuntas, artinya siswa harus tuntas mencapai kompetensi. Ketuntasan terhadap kompetensi ditetapkan dalam bentuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dirumuskan oleh guru mata pelajaran. Tercapai tidaknya ketuntasan diketahui dari skor ulangan harian mencapai KKM atau tidak. Siswa yang belum mencapai KKM (belumtuntas) akan diberi pembelajaran remedi oleh guru. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan “Pelaksanaan Pembelajaran Remedi Mata Pelajaran Biologi, Beserta Kendala dan Solusi oleh Guru di MAN 1 dan MAN 3 Kota Malang kelas X dan kelas X1 Semester Gasal dan Genap tahun ajaran 2016/2017”.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Sumber data adalah guru mata pelajaran biologi dan siswa yang mengalami remedi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara terhadap guru dan siswa yang mengalami remedi, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah tahapan pembelajaran remedi yang terdiri atas penelaahaan kembali kasus, pemberian alternatif tindakan, pemberian layanan khusus, pelaksanaan pembelajaran remedi, penilaian hasil kembali, serta re-evaluasi dan re-diagnostik. Selain itu juga dikumpulkan data tentang kendala pelaksanaan pembelajaran remedi dan solusi yang dilakukan guru. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara membandingkannya dengan teori pembelajaran remedi dan petunjuk teknis pembelajaran tuntas, remedial, pengayaan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMA (2010).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di MAN 1 dan MAN 3 Kota Malang semester gasal dan genap 2016/2017 dapat diketahui 1) guru mapel biologi kelas X dan kelas XI sudah melaksanakan 6 tahapan pembelajaran remedi, namun tidak sampai dilakukan pemberian layanan khusus yang dilakukan oleh guru BP karena masalah atau kesulitan yang dialami siswa tidak tergolong kategori berat. 2) Terdapat duahal yang tidaksesuaidengan petunjuk teknis pembelajaran remedi dari Direktorat yaitu pelaksanaan pembelajaran di dalam jam pelajaran yang seharusnya dilaksanakan di luar jam pelajaran dan pelaksanaan pembelajaran remedi yang dilakukandi akhir semester. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran remedi dan solusinya yaitu kesibukan guru, kegiatan sekolah yang menganggu jadwal pelajaran, waktu, situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan dan ketidakdisiplinan siswa untuk melaksanakan pembelajaran remedi. Solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala yaitu 1) merubah jadwal remedi untuk siswa yang tidak disiplin,

2) membangi waktu antara tugas mengajar dengan pelaksanaan pembelajaran remedi sehingga keduatugas dapat dilaksanakan, dan 3) memberikan tugas tanpa memberikan tes ulang karena laporan tugas dianggap hasil tes.

Bagi guru disarankan agar melaksanakan pembelajaran remedi sesuai dengan teori dan anjuran dari Juknis Pembinaan SMA (2010) agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal.Jugadisarankan agar guru memanfaatkan tutor sebaya, mengembangkan modul remedi dan mengefektifkan forum MGMP terkait pelaksanaan pembelajaran remedi. Guru disarankan selalu berkonsultasi dengan kepala sekolah dan guru senior biologi untuk dapat melaksanakan pembelajaran remedi dengan benar, sesuai dengan teori pembelajaran remedi dan petunjuk teknis pembelajaran tuntas, remedial, pengayaan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMA (2010).