SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X PADA MATERI PROTISTA DI MAN 1 MALANG

Novia Naylul Muna

Abstrak


PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X PADA MATERI PROTISTA di MAN 1 MALANG

Novia Naylul Muna, Dr. Murni Sapta Sari, M.Si, Drs. Sulisetijono, M.SiUniversitas Negeri MalangE-mail: novia.muna@yahoo.com; saptasarimurni@yahoo.com; sulisetijono@yahoo.com
RINGKASAN: Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang diperhatikan dalam kurikulum 2013 yang memiliki peranan penting dalam proses belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru biologi MAN 1 Malang dibutuhkan penilaian berpikir kritis pada pelajaran biologi. Pengembangan penilaian keterampilan berpikir kritis siswa dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen kinerja. Keterampilan berpikir kritis perlu dimiliki siswa, terutama siswa SMA, karena keterampilan ini dapat membantu siswa berpikir secara netral, memiliki alasan logis, keinginan kuat akan kejelasan dan ketepatan suatu informasi. Kurangnya keterampilan-keterampilan ini mengakibatkan rendahnya kinerja siswa dalam kinerja ilmiahTujuan dari penelitian ini mengembangkan dan menguji kelayakan asesmen kinerja untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa MAN 1 Malang pada materi Protista. Salah satu bentuk asesmen kinerja adalah daftar penilaian diri sendiri (self performance assesment). Melalui self performance assesment tersebut diharapkan siswa dapat mengukur keterampilan berpikir kritis melalui permasalahan  yang ditemukannya berdasarkan proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan. Keterampilan berpikir kritis diukur dari refleksi diri siswa pada tiap subbab materi Protista. Penelitian dan Pengembangan ini diujikan kepada siswa kelas X MIPA 2 MAN 1 Malang berjumlah 37 siswa.Hasil penelitian dan pengembangan asesmen kinerja menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 3,74 dengan kriteria “sangat valid” dan tingkat kepraktisan sebesar 3,4 dengan kriteria “tinggi”. Keterampilan berpikir kritis meningkat pada tiap pertemuan, pada pertemuan pertama ke pertemuan kedua mengalami peningkatan sebesar 3,39%, dari pertemuan kedua ke pertemuan ketiga mengalami peningkatan sebesar 5,8%, sedangkan dari pertemuan ketiga ke pertemuan keempat mengalami peningkatan sebesar 0,04%. Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat disebabkan karena adanya kesempatan untuk menilai kinerja diri mereka sendiri. penilaian diri  sebagai suatu proses penilaian formatif dimana siswa melakukan refleksi terhadap kualitas pekerjaan mereka sendiri, membandingkan kualitas ketercapaian tersebut terhadap kriteria yang telah ditentukan, dan melakukan perbaikan terhadap pembelajarannya sendiri
kata kunci: asesmen kinerja, keterampilan Berpikir Kritis, protista