SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Butir dan Rekonstruksi Soal Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Mata Pelajaran Biologi Kelas X Tahun Ajaran 2016/2017 di SMAN 1 Sumberpucung, SMAN 1 Kepanjen, SMAN 1 Gondanglegi, dan SMAN 1 Bululawang

Dwi Arianita Wulan Sari

Abstrak


Abstrak

 

Kata Kunci: Analisis Butir Soal, Rekonstruksi, UAS

 

Analisis soal atau analisis butir soal merupakan prosedur yang sistematis untuk memberikan informasi khusus terhadap butir soal yang disusun. Analisis soal dapat membantu dalam mengidentifikasi soal yang kurang baik. Analisis butir soal adalah pengkajian pertanyaan pada soal tes agar dapat diperoleh pertanyaan yang memiliki kualitas yang memadai. Hal yang dikaji dalam analisis butir soal yaitu validitas logis (isi dan konstruk) serta validitas empiris (reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh soal). Analisis butir soal di SMAN 1 Sumberpucung, SMAN 1 Kepanjen, SMAN 1 Gondanglegi, dan SMAN 1 Bululawang belum dilakukan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis butir soal UAS di SMA tersebut dan merekonstruksi soal yang belum berkualitas baik.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif kuantitatif. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data secara kualitatif digunakan untuk melihat validitas logis (validitas isi dan konstruk) soal. Analisis data secara kuantitatif digunakan untuk melihat validitas empiris soal, yang meliputi reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh soal menggunakan program ANATES V4.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal memiliki validitas logis (validitas isi dan konstruk) yang baik, dengan persentase 97,5% untuk validitas isi dan 65% untuk validitas konstruk. Soal memiliki reliabilitas soal yang cukup, masing-masing sekolah dengan nilai reliabilitas 0,58; 0,64; 0,65; dan 0,64. Soal memiliki perbandingan tingkat kesukaran yang tidak baik, secara berurutan perbandingan tingkat kesukaran soal dari empat sekolah tersebut yaitu 3 : 5 : 2; 2,5 : 8 : 9,5; 6 : 9,5 : 4,5; dan 1,5 : 12,5 : 6. Soal di SMAN 1 Sumberpucung dan SMAN 1 Kepanjen memiliki daya beda soal yang lemah (jelek) sedangkan di SMAN 1 Gondanglegi dan SMAN 1 Bululawang memiliki daya beda soal sedang, secara berurutan dengan persentase 42,5%; 47,5%; 52,5%; dan 40%. Soal di SMAN 1 Sumberpucung, SMAN 1 Kepanjen, dan SMAN 1 Gondanglegi, memiliki efektivitas pengecoh soal yang cukup baik dengan persentase 42,5% untuk SMAN 1 Sumberpucung, 37,5% untuk SMAN 1 Kepanjen, dan 35% untuk SMAN 1 Gondanglegi, sedangkan SMAN 1 Bululawang tergolong memiliki efektivitas pengecoh yang kurang baik (37,5%). Soal berdasarkan validitas logisnya harus direkonstruksi sebanyak 14 soal dari 40 soal. Berdasarkan validitas empirisnya, dari 40 soal  di SMAN 1 Sumberpucung harus direkonstruksi sebanyak 30, di SMAN 1 Kepanjen sebanyak 27 soal, di SMAN 1 Gondanglegi sebanyak 28 soal, dan di SMAN 1 Bululawang sebanyak 23 soal.