SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penambahan Azolla pinnata Terhadap Pertambahan Bobot Itik Mojosari Jantan dan Analisis Usaha

Ridho Aka Qomarizzaman

Abstrak


ABSTRAK

 

Qomarizzaman, Ridho Aka. 2017. Pengaruh Penambahan Azolla pinnata pada Ransum terhadap Pertambahan Bobot Itik Mojosari Jantan dan Analisis Usaha. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd. M.Si, (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si,

 

Kata Kunci: Azolla pinnata, ransum, bobot, itik Mojosari jantan, pertambahan bobot, analisis usaha

 

Pertambahan penduduk yang semakin meningkat harus diimbangi dengan kebutuhan pangan. Daging merupakan sumber protein hewani yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Konsumsi daging meningkat setiap tahunnya sehingga pemerintah harus mengimpor daging untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Daging itik didapatkan dari itik apkir, itik petelur yang tidak lolos seleksi serta pemeliharaan intensif dari itik jantan. Budidaya itik menjanjikan dikarenakan itik lebih tahan penyakit dibandingkan ayam serta tingkat kematian itik umumnya kecil. Kelebihan dari budidaya itik dapat dijadikan dasar untuk memenuhi kebutuhan daging.

 

Budidaya itik mengeluarkan biaya paling banyak pada pakan. 70-80% dari biaya budidaya dikeluarkan untuk pakan. Peternak harus memberikan pakan alternatif agar bisa menekan biaya produksi. Beberapa bahan pakan alternatif yang dapat diberikan pada itik antara lain: enceng gondok, Azolla pinnata, kangkung, bayam, bekicot, keong mas, cacing tanah dan sebagainya. Azolla pinnata adalah gulma yang tumbuh pada daerah perairan contohnya danau, rawa dan kolam budidaya dan bisa dijadikan bahan pakan tambahan alternatif. Kandungan nutrisi pada Azolla pinnata meliputi protein kasar, karbohidrat, lemak vitamin dan mineral.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada beda penambahan Azolla pinnata terhadap pertambahan bobot itik Mojosari jantan dan penambahan Azolla pinnata yang efektif sebagai bahan pakan tambahan alternatif serta biaya pakan yang murah. Efektivitas penambahan Azolla pinnata dapat dilihat dari bobot harian itik Mojosari jantan dan feed consumption ratio (FCR). FCR didapatkan dari hasil pembagian antara total pakan yang dibutuhkan per minggu.

Penilitian yang dilakukan bersifat kuantitatif eksperimental. Ada 5 kombinasi perlakuan pada penelitian ini yaitu P0 (kontrol), P1 (penambahan 5%), P2 (penambahan 10%), P3 (penambahan 15%), P4 (penambahan 20%). Data yang didapat dianalisis dengan analisis variasi dengan uji lanjut Duncan.

Hasil penelitian ini penambahan Azolla pinnata pada ransum berpengaruh terhadap pertambahan bobot itik Mojosari jantan. Perlakuan dengan penambahan Azolla pinnata 10% berbeda nyata yang paling tinggi diantara penambahan Azolla pinnata 15% dan 20%. Dengan biaya yang sama dengan ransum penambahan Azolla pinnata 20% dapat diaplikasikan untuk itik Mojosari jantan.