SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Komparasi Kerapatan dan Kelimpahan Plankton pada Sistem Pertambakan Udang Intensif dengan Biofilter dan Tanpa Biofilter

Iresa Wahyu Purwanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci: Plankton, Tambak Intensif, Biofilter, Kerapatan, Kemelimpahan.

 

Sistem budidaya secara intensif menggunakan biofilter bertujuan sebagai penyaring plankton yang merugikan bagi udang. Biofilter yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila hitam (Oreochromis niloticus bleeker) dan ikan bandeng (Chanos chanos). Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kerapatan dan kemelimpahan plankton pada stasiun biofilter dan non biofilter. Penelitian ini bersifat deskriptif, penelitian ini dilakukan dengan tahap (1) pengambilan sampel, (2)identifikasi plankton, dan (3) menghitung kerapatan dan kemelimpahan plankton pada 4 stasiun diantaranya, stasiun 1 (aliran air payau), stasiun 2 (biofilter), stasiun 3 (non biofilter) dan stasiun 4 (petak pemeliharaan).

Metode Penelitian yang dilakukan dalam penelitian antara lain, pengambilan sampel secara acak yang dilakukan pada 4 stasiun, yaitu stasiun 1 merupakan aliran Sampel air payau yang berasal dari laut,  stasiun  2  merupakan  Sampel air yang berada dalam biofilter yang berisi ikan bandeng dan ikan nila, stasiun 3 merupakan non bifilter dan stasiun 4 merupakan Sampel air yang berada pada petak pemeliharaan. masing-masing stasiun sebanyak 5kali titik pengambilan. Sampel plankton yang telah diberi formalin 4% dan diberi label diidentifikasi jenisnya di Laboratorium Ekologi gedung jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Setelah diidentifikasi jenisnya dihitung dengan menggunakan rumus kerapatan dan kemelimpahan plankton.Hasil kerapatan plankton pada stasiun 2 (biofilter) lebih rengang dari pada stasiun 3 (non biofilter) untuk jenis plankton yang merugikan bagi pemeliharaan udang. Faktor lingkungan/abiotik yang mempengaruhi kerapatan dan kemelimpahan adalah suhu, pH, salinitas, dan DO.