SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Evaluasi Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X Di SMA PANJURA Kota Malang

Tania Puspa Chandra

Abstrak


ABSTRAK

 

Chandra, Tania Puspa. 2017. Pengembangan Instrumen Evaluasi Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X Di SMA PANJURA Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.

 

Kata kunci: Instrumen Evaluasi, Biologi SMA, Kompetensi Dasar 3.4, 4.4, 3.5, 4.5, 3.6 dan 4.6, Kelas X.

 

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Untuk mengukur kompetensi siswa dalam pembelajaran digunakan instrumen evaluasi. Instrumen evaluasi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah 34 soal pilihan ganda jawaban tunggal dengan 5 pilihan jawaban, soal uraian dan 3 asesmen kinerja. Soal pilihan ganda jawaban tunggal mengacu pada indikator soal yang dikembangkan dari indikator kompetensi. Kompetensi dasar merupakan acuan perumusan indikator kompetensi. Asesmen kinerja mengacu pada kompetensi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan rumusan soal pilihan ganda jawaban tunggal dari kompetensi dasar 3.4, 3.5, dan 3.6, (2) mengembangkan asesmen kinerja dari kompetensi dasar 4.4, 4.5 dan 4.6. Pengembangan instrumen evaluasi dilakukan di SMA PANJURA Kota Malang.

Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) analisis, (2) perencanaan, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Pengumpulan data diperoleh dari (1) hasil validasi logis oleh ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli lapangan (guru), (2)  validasi empiris yang meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas dan analisis pengecoh. Pengembangan asesmen kinerja berdasarakan hasil validasi logis, sedangkan pengembangan soal pilihan ganda jawaban tunggal berdasarkan hasil validasi logis dan validasi empiris. Validasi empiris dilakukan dua kali yaitu, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Uji coba kelompok kecil dilakukan dilakukan pada 16 siswa, sedangkan uji coba kelompok besar dilakukan pada 41 siswa kelas XI SMA PANJURA Kota Malang.

Berdasarkan analisis validasi logis dilakukan perbaikan pada rubrik penilaian asesmen kinerja produk poster pada asesmen kinerja. Berdasarkan analisis validasi logis terhadap soal pilihan ganda jawaban tunggal diketahui validitas konstruk soal sudah sesuai dengan indikator soal.  Sedangkan untuk validitas isi diketahui materi tes sesuai dengan indikator soal. Berdasarkan program ITEMAN diperoleh hasil uji coba kelompok kecil pada soal pilihan ganda jawaban tunggal untuk tingkat kesukaran soal mudah 28,23%, soal sedang 41,18%, dan soal sukar 20,59% dengan rasio soal mudah:sedang:sukar mencapai kurang lebih 4:4:2. Untuk daya beda persentase 14,70% jelek, 11,76% cukup , 52,95% baik, dan 20,59% baik sekali. Untuk analisis pengecoh, pilihan jawaban berfungsi mengecoh sebanyak 41,17%. Berdasarkan uji coba kelompok kecil dilakukan revisi. Revisi juga dilakukan berdasarkan hasil analisis pengecoh. Setelah dilakukan validitas logis dan empiris dilakukan revisi untuk digunakan uji coba kelompok besar. Hasil uji coba kelompok besar pada soal pilihan ganda jawaban tunggal untuk tingkat kesukaran soal mudah 35,30%, soal sedang 38,23%, dan soal sukar 26,47% dengan rasio soal mudah : sedang : sukar kurang lebih 4:4:2. Untuk daya beda jelek diperoleh persentase 11,76%, cukup 17,64%, baik 41,17%, dan baik sekali 29,43%. Reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan nilai 0,855. Untuk analisis pengecoh, pilihan jawaban berfungsi mengecoh sebanyak 82,36%. Berdasarkan uji coba kelompok besar dilakukan revisi. Revisi juga dilakukan berdasarkan hasil analisis pengecoh. Saran yang dianjurkan adalah sebaiknya guru dan peneliti lain terus melakukan validasi agar diperoleh instrumen evaluasi yang lebih baik.