SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VIII-B SMP Plus Hidayatul Mubtadi'in Singosari Tahun Pelajaran 2015/2016

Octia Mulyawanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Mulyawanti, Octia. 2016. Penerapan Project Based Learning untuk Meningkat-kan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VIII-B SMP Plus Hidayatul Mubtadi’in Singosari Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Biologi. Jurusan Biologi. FMIPA. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Herawati Susilo, M. Sc. Ph. D., (II) Dra. Sunarmi, M. Pd.

 

Kata Kunci: Project Based Learning, keterampilan proses sains.

 

Belajar IPA berdasarkan lampiran Permendiknas No.22 tahun 2006 bukan hanya penguasaan konsep tetapi juga merupakan proses penemuan. Proses pem-belajaran menekankan pada pemberian pengalanman langsung melalui peng-gunaan dan pengembangan keterampilan proses. Tujuannya yaitu untuk mem-peroleh pemahaman yang lebih mendalam. Hasil belajar yang diperoleh di dalam mempelajari IPA bukan hanya pengetahuan, melainkan juga keterampilan proses. Fakta yang ditemukan di lapangan pada kegiatan observasi tanggal 9 Agustus dan 3 Oktober tahun 2015, keterampilan proses siswa kelas VIII-B SMP Plus Hidayatul Mubtadi’in masih sangat rendah. Berdasarkan pengamatan yang dilaku-kan, siswa masih belum dapat merumuskan masalah beserta hipotesis dengan benar berdasarkan fenomena yang diberikan oleh guru pada KD 1.1 dan 1.4. Siswa juga belum memahami cara melakukan analisis dan menjabarkannya dalam pembahasan berdasarkan data yang dimiliki. Kesimpulan yang dirumuskan oleh siswa masih belum sesuai dengan rumusan masalah maupun hipotesis. Solusi yang dipilih untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan Project Based Learning (PjBL). Kegiatan pembelajaran dengan PjBL berpusat pada siswa melalui kegiatan proyek yang menghasilkan produk di akhir kegiatan-nya. Tahap pembelajaran di dalam PjBL yaitu perencanaan, implementasi, dan pengolahan membutuhkan proses investigasi.  Proses tersebut terdiri dari aktivitas eksplorasi, memecahkan masalah, mengambil keputusan, meneliti, menilai, meng-interpretasi dan mensintesis informasi melalui cara yang bermakna. Siswa juga di-latih untuk mengkomunikasikan dan membuat dokumentasi karya dari hasil proyeknya.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan Penelitan Tindakan Kelas (PTK). Peneliti-an Tindakan Kelas yang dilakukan dengan tiga siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dan kancah penelitian yaitu siswa kelas VIII-B SMP Plus Hidayatul Mubtadi’in Singosari.  Penelitian Tindakan kelas dilaksanakan untuk meningkatkan ke-terampilan proses sains siswa kelas VIII-B pada KD 2.2, 2.3, dan 2.4 melalui penerapan Project Based Learning. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memperhatikan hasil refleksi pada tiap siklus sehingga di-adakan perbaikan pada siklus berikutnya.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwaProject Based Learning dapat

meningkatkan keterampilan proses sains. Berdasarkan data yang ada, terjadi peningkatan keterampilan proses sains dari siklus I menuju II dan siklus II menuju siklus III. Persentase rerataketerampilan proses sainspada siklus I sebesar 51% naik menjadi 69% pada siklus II. Peningkatan yang terjadi sebesar 18% ini kembali mengalamipeningkatansebesar 16% pada siklus III, yaitu 85%. Hasil produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berupa laporan proyek dan poster. Kedua produk yang dihasilkan dapat juga digunakan untuk mengamati keterampilan proses sains melalui indikator penilaian yang memuat beberapa keterampilan proses di dalamnya. Penilaian produk siswa menunjukkan adanya peningkatan yang siginfikan, yaitu  69% untuk laporan proyek dan 80% untuk poster. Keterampilan komunikasi siswa dalam mempresentasikan proyek juga menunjukkan adanya peningkatan sebesar 73%.

Pelaksanaan Project Based Learning di dalam pembelajaran menemukan beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan pada penelitian-penelitian lain berikutnya. Permasalahan yang dimaksud yaitu waktu yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan dan dokumentasi cukup banyak. Siswa yang belum terbiasa melakukan pembelajaran dengan proyek akan mengalami kesulitan dalam me-rencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan proyek.Peran guru diperlukan dalam membimbing dan mengarahkan siswa selama kegiatan pembelajaran. Guru perlu berkolaborasi atau mengarahkan langsung siswautamanyadalam merumus-kan masalah, menyediakan alat dan bahan,  dan membuat produk, terutama jika pembelajaran dengan Project Based Learning diterapkan pada siswa SMP.