SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Ekstrak Minyak Atsiri Bawang Tunggal Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Berdasar Profil Scanning Elektron Mikroskop

Soeyati . Poejiani, Soeyati . Poejiani

Abstrak


ABSTRAK

 

Poejiani, Soeyati. 2017. Efektivitas Ekstrak Minyak Atsiri Bawang Tunggal terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Berdasar Scanning Elektron Mikroskop. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Si.

 

Kata Kunci: Infeksi Nosokomial, Pseudomonas aeruginosa , ekstrak minyak atsiri bawang tunggal,   zona hambat, Scanning Elektron Mikroskop (SEM)

 

Penyakit Infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh agen biologi seperti virus , jamur, bakteri atau parasit. Salah satu penyebab infeksi adalah infeksi nosokomial. Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan infeksi nosokomial. Infeksi yang disebabkan oleh  bakteri Pseudomonas aeruginosa menjadi sulit dalam terapi pengobatan, hal ini disebabkan karena penularan infeksi yang begitu cepat dan sifat resistensinya terhadap antibiotik. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu pengembangan pengobatan alternatif  yang berkhasiat sebagai antibakteri yang berasal dari bahan alamiah yaitu  tumbuh-tumbuhan. Salah satu bahan alam yang memiliki senyawa antibakteri adalah bawang tunggal yang memiliki kandungan dua organosulfur yaitu asam amino non volatile Ɣ-glutamil-S-alk(en)i-L-sistein dan minyak atsiri sulfoksida S-alk(en)il-sistein  yang mengandung allicin, aliin dan ajoene. Ekstrak minyak atsiri diketahui memiliki efektifitas penghambatan terhadap bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak minyak atsiri bawang tunggal terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dan kerusakan bakteri berdasar profil scanning electron mikroskop.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium  Mikrobiologi, Laboratorium Mineral dan Material Maju Universitas Negeri Malang serta Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada bulan Juli – September 2017. Uji efektifitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 25mg/ml, 50mg/ml, 75mg/ml,100mg/ml dan kontrol negatif yang berisi pelarut DMSO 1% serta kontrol positif yang berisi antibiotik Ceftazidime dengan konsentrasi 30µg/ml. Hasil pengujian zona hambat dianalisis menggunakanOne Way ANOVA, serta kerusakan morfologi sel bakteri diamati dan dianalisis dengan analisis deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak minyak atsiri bawang tunggal memiliki efek antibakteri dalam menghambat petumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dengan zona hambat 11,1 mm pada konsentrasi 100mg/ml. Senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak minyak atsiri bawang tunggal menyebabkan lipopolisakarida (LPS) bakteri Pseudomonas aeruginosa mengalami pengerutan, membrane sel menipis dan lisis.