SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Shadow Teacher Dalam Layanan Khusus Kelas Inklusi Di SDN Percobaan 1 Kota Malang

Dewi Anggraeni Iswandia

Abstrak


ABSTRAK

 

Iswandia, Dewi Anggraeni. 2017. Peran Shadow Teacher Dalam Layanan Khusus  Kelas Inklusi Pada SDN Percobaan 1 Di Kota Malang, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (1) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd,

(2) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd

 

Kata Kunci: shadow teacher (ST), anak berkebutuhan khusus, kelas inklusi

SDN Percobaan 1 Malang sudah menerapkan kelas inklusi sejak tahun 2004, yaitu saat sekolah ini ditunjuk Dinas Pendidikan sebagai piloting project di Kota Malang. Perkembangan kelas inklusi di SDNP 1 Malang pada saat ini masih berjalan dengan baik. Anak yang memiliki kekurangan atau biasanya disebut juga anak berkebutuhan khusus dijadikan satu dengan anak reguler. Di sekolah ini anak berkebutuhan khusus memiliki ST ( Shadow Teacher) dengan tujuan guna untuk membimbing anak tersebut agar dapat memahami apa yang sudah dijelaskan oleh guru kelas.

ST berperan penting dalam kegiatan proses belajar mengajar anak berkebutuhan khusus di kelas. Dengan adanya ST maka anak berkebutuhan khusus dapat dengan mudah dan memahami materi yang sudah dijelaskan oleh guru kelas, karena ST mengarahkan materi tersebut dengan mudah atau dengan cara-cara yang mudah dipahami oleh anak tersebut. Di sekolah ini setiap anak berkebutuhan khusus memiliki ST untuk membantu proses pembelajaran anak tersebut. Tidak semua orang bisa menjadi ST jika tidak memiliki kemampuan dasar membimbing anak berkebutuhan khusus dan mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anak tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu (1) perilaku peran ST dalam memberikan layanan khusus pada anak berkebutuhan khusus kelas inklusi, (2) strategi ST dalam memberikan layanan khusus pada anak berkebutuhan khusus kelas inklusi, dan (3) masalah dan solusi yang dihadapi ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus kelas inklusi di SDN Percobaan 1 Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dokumen-dokumen sekolah, dokumentasi kegiatan sekolah, hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti berupa catatan lapangan, dan catatan wawancara peneliti dengan narasumber atau informan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Keabsahan data dilakukan dengan kegiatan (1) pengecekan anggota, (2) triangulasi, (3) meningkatkan ketekunan, (4) kecukupan referensi.

Hasil penelitian tentang peran ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus kelas inklusi bahwa (1) peran ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus adalah ST sebagai fasilitator antara anak berkebutuhan khusus dengan guru kelas dan teman di sekelilingnya, selain itu ST membantu dan mengarahkan anak tersebut ketika proses pembelajaran berlangsung, (2) strategi yang haru dilakukan ST adalah ketika anak berkebutuhan khusus tidak dapat mengerti materi yang sudah dijelaskan ST harus mengajari contohnya jika mata pelajaran matematika ST memperkecil bilangan agar anak dengan mudah memahami materi tersebut, dan (3) masalah dan solusi ketika menghadapi anak berkebutuhan khusus tentu tidaklah luput, masalah dari anak bisa terjadi semisal anak tidak bisa diam ketika proses pembelajaran berlangsung dan menganggu teman disekelilingnya, ST harus memberikan teguran pada anak berkebutuhan khusus bahwa pada saat proses belajar mengajar tidak boleh mengganggu temannya dan tidak boleh berkeliaran di kelas harus memperhatikan guru yang sedang menjelaskan, selain itu ada juga masalah dari orangtua anak tersebut yaitu terlalu sibuk dengan pekerjaannya anak tersebut tidak mendapatkan perhatian dari orangtua, ST berhak memberikan nasihat kepada orangtua bahwa anak perlu perhatian dari orangtua, sesibuk apapun harus meluangkan waktu sedikit untuk anaknya.

 

Sebaiknya (1) setiap sekolah yang menerapkan kelas inklusi hendaknya juga menerapkan ST agar anak berkebutuhan tersebut dapat mengikuti kegiatan proses pembelajaran dikelas dan bisa memahami apa yang sudah dijelaskan oleh guru kelas, selain itu anak berkebutuhan khusus juga bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman disekelilingnya dibantu oleh ST tersebut, (2) setiap ST harus memiliki sifat sabar dan telaten dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus.