SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Biologi dengan Pendekatan Saintifik Materi Plantae untuk Siswa Kelas X SMAN 10 Malang.

Karima Zakiyulfani

Abstrak


ABSTRAK

 

Zakiyulfani, Karima. 2017. Pengembangan Modul Biologi dengan Pendekatan Saintifik Materi Plantae untuk Siswa Kelas X SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmi Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S, (II) Drs. Sulisetijono, M.Si

 

Kata Kunci: pengembangan modul biologi, pendekatan saintifik, Plantae

Kegiatan pembelajaran dalam kurikulum 2013 dirancang dengan menekankan pada pengalaman belajar pokok 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan). Kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan dengan menggunakan pendekatan saintifik yang diamanatkan dalam proses pembelajaran kurikulum 2013. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan KPL (Kajian Praktik Lapangan) II pada bulan September- Oktober 2016, dalam kegiatan pembelajaran siswa belum mampu melakukan kerja ilmiah dengan baik. Selain itu, buku yang digunakan dalam pembelajaran pada tahun ajaran 2016/2017 masih bersifat menyajikan materi belum berbasis pada aktivitas siswa yang berorientasi pendekatan saintifik Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi SMAN 10 diketahui bahwa pelaksanaa pembelajaran sudah menerapkan kegiatan 5M tetapi masih ada beberapa kegiatan yang belum terlaksana dengan baik salah satunya pada materi Plantae. Hal ini disebabkan oleh kendala waktu dan bahan ajar yang belum berorientasi pada pendekatan saintifik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan modul biologi dengan pendekatan saintifik materi Plantae untuk siswa kelas X SMAN 10 Malang.

Modul ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap, yaitu Analyze (Analisis), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), Implement (Implementasi), dan Evaluate (Evaluate). Data yang diperoleh berupa validitas modul, keterbacaan, kepraktisan, dan keefektifan modul. Validitas modul diperoleh dari hasil analisis data validasi ahli pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan. Validasi dilakukan dengan menilai modul menggunakan lembar validasi. Persentase keterbacaan modul diperoleh dari uji keterbacaan modul oleh 10 siswa pada tahap develop, kepraktisan modul ditentukan berdasarkan  hasil analisis data uji keperaktisan modul oleh 30 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada tahap implement, dan keeektifan modul ditentukan berdasarkan ketuntasan belajar klasikal hasil belajar kognitif.

 

Berdasarkan hasil analisis data hasil validasi ahli pembelajaran dari 11 aspek yang dinilai pada petunjuk guru terdapat 2 aspek yang belum mencapai hasil penilaian yang diharapkan yaitu aspek RPP dan soal-soal uji kompetensi/evaluasi sehingga dilakukan revisi berdasarkan komentar dan saran dari validator ahli pembelajaran. Pada modul siswa dari 12 aspek yang dinilai terdapat satu aspek yang belum mencapai hasil penilaian yang diharapkan. Hasil analisis data validasi ahli materi menunjukkan bahwa dari 6 aspek yang dinilai terdapat 3 aspek yang belum mencapai hasil penilaian yang diharapkan sehingga dilakukan revisi berdasarkan saran dan komentar yang diberikan validator ahli materi. Berdasarkan hasil analisis validasi praktisi lapangan dari 11 aspek yang dinilai pada modul petunjuk guru terdapat 3 aspek yang belum mencapai hasil penilaian yang diharapkan. Pada modul siswa dari 12 aspek yang dinilai terdapat 1 aspek yang belum sesuai dengan hasil penilaian yang diharapkan. Hal ini berarti bahwa harus dilakukan revisi berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh validator praktisi lapangan. Secara keseluruhan, skor yang diperoleh dari penilaian ahli pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan telah mencapai hasil penilaian yang diharapkan sehingga petunjuk guru dan modul siswa  telah dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji keterbacaan modul oleh siswa menunjukkan keterbacaan sebesar 90% dan kepraktisan modul sebesar 84,5% dalam kategori baik. Modul dikatakan efektif karena ketuntasan belajar klasikal telah mencapai  ≥85%.